“ Sebelum kamu mengeluh “
Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali
Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.
Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.
Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda,Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup
Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat
Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul
Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan
Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan
Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,Pikirkan tentang pengangguran,orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.
Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwakamu masih hidup !
Showing posts with label TELADAN. Show all posts
Showing posts with label TELADAN. Show all posts
Wednesday, January 30, 2008
Saturday, September 8, 2007
Jimat Manusia
AWALNYA, saya mengenal nama Mary Kay Ash di beberapa terbitan jurnal
Personal Excellence. Tulisannya sederhana, mudah dicerna dan
menyentuh.
Namun, setelah tahu dari majalah Fortune, bahwa perusahaan yang ia
dirikan dan besarkan -- Mary Kay Cosmetics -- adalah salah satu di
antara 500 perusahaan besar dunia, perhatian saya ke wanita tua ini
mulai lebih serius. Setiap artikelnya saya baca. Bukunya saya
cermati. Dan, kendatipun sering ia tampil terlalu wanita sentris,
tetap tidak mengurangi minat saya terhadap ajaran-ajarannya.
Prinsip dia membesarkan perusahaan amatlah sederhana. Mulailah dengan
perhatian, tenggang rasa, dan keperdulian pada orang lain. Laba
adalah hasil ikutan dari keseriusan kita melaksanakan prinsip-prinsip
itu.
Fondasi paling kokoh dari manajemen Mary Kay Cosmetics, adalah sebuah
hukum utama yang berbunyi : 'perlakukan orang lain, sebagaimana Anda
ingin diperlakukan oleh mereka'.
Bagi Anda yang rajin belajar, prinsip terakhir bukanlah barang
baru.Namun, yang unik dari Mary Kay, adalah komitmennya dalam
melaksanakan prinsip tadi dengan penuh keseriusan.
Sebagai penjabaran dari prinsip manajemen dan hukum utama terakhir,
Mary Kay Ash pernah menulis bahwa setiap orang membawa ke mana-mana
tulisan psikologis di dahinya. Tulisan tersebut berbunyi : make me
feel important (disingkat MMFI).
Sepintas tampak, prinsip-prinsip manajemen yang menjadi tiang
penyangga Mary Kay Cosmetics, mirip dengan pendekatan Dale Carnegie
dan Stephen Covey. Benang merahnya, terletak pada modal yang bernama
sentuhan kemanusiaan.
Terus terang, saya bersentuhan dengan pendekatan-pendekatan
humanistik seperti ini dari umur yang amat muda. Seorang kakak saya
memberi buku Dale Carnegie, yang berjudul How to win friends and
convince the others, ketika saya masih di kelas satu SMU. Butuh waktu
lama memang untuk bisa mengaplikasikannya. Tetapi, langkah karir saya
amatlah ditopang oleh prinsip-prinsip terakhir.
Di satu kesempatan pelatihan pada Gulf Resources Ltd., seorang
pemimpin di perusahaan minyak Kanada ini bertanya ke saya : 'apa yang
Anda pakai untuk membuat orang yang di hari pertama galak tidak
ketulungan menjadi hormat di hari ke lima?'. Di Bank Dagang Negara,
seorang pimpinan cabang yang merasa kasihan ke saya - karena menurut
dia saya dikerjain habis-habisan oleh seorang peserta - juga bertanya
hal yang sama ke saya, di akhir sesi. Penghujat di kelas ini,
disamping merangkul saya di hari perpisahan, juga mau bersusah-susah
membeli hadiah buat saya. Saya mengalami pengalaman yang sama
berulang-ulang.
Seorang kawan dekat pernah bergurau, jangan-jangan saya
membawa 'jimat' dari Bali. Secara jujur harus saya akui, saya memang
memiliki 'jimat'. Dan jimat ini memang tidak hanya monopoli orang
Bali. Ia dimiliki oleh siapa saja yang peka akan bahasa-bahasa
kemanusiaan.
Bila ada yang menghujat, saya belajar untuk tidak menghujat balik.
Justru dalam keadaan demikian, saya ingat lagi prinsip Mary Kay Ash
tentang MMFI.
Pertanyaan awal saya setiap menghadapi hujatan, aspek mana dari orang
ini yang perlu diperlakukan penting? Kepintaran, pengalaman,
gengsinya di depan orang lain, atau hal lain?
Bila kepintarannya yang penting, saya mencoba mencari interaksi
antara ide saya dengan ide dia. Jika pengalamannya yang penting, saya
akan menggunakan pengalaman tadi sebagai basis teori saya. Mana kala
gengsi yang penting, saya akan beri dia kesempatan presentasi ke
depan.
Berhadapan dengan orang seperti ini, saya akan coba mencari satu hal
yang spesial untuk kemudian saya angkat sebagai topik pembicaraan. Ia
bisa berupa dasinya yang bagus, sepatunya yang unik, rambutnya yang
rapi atau apa saja yang saya yakin ia banggakan.
Lebih-lebih, bila saya bisa memberinya tambahan informasi dan
pengetahuan, yang membuat dia lebih bangga lagi dengan apa yang
tadinya sudah ia banggakan.
Seorang manajer wanita yang cerdas dan cantik pernah demikian ketus
dengan ide-ide saya. Ketika idenya memang brilian saya akui di depan
orang - kendati ada resiko saya sebagai konsultan dan pelatih tampak
lebih bego. Tatkala data-data dia lebih akurat, saya tidak ragu-ragu
untuk mengakuinya. Begitu break, saya ingat kalau parfum yang ia
pakai berharga amat mahal. Saya mencoba menebak merknya, dan ternyata
tepat. Wanita tersebut tampak demikian surprise, karena saya sudah
membongkar sebuah rahasia yang sebenarnya ia banggakan ke orang lain.
Di rapat berikutnya, entah darimana datangnya rasa hormat, ia menjadi
pendukung saya yang amat membantu.
Di sebuah acara yang cukup besar di Hongkong, seorang rekan berbisik
agar saya hati-hati dengan orang yang jadi moderator saya. Katanya,
orang ini sok pintar, menggurui dan tak segan menghina di depan umum.
Ketika berkenalan, saya amati raut mukanya memang lebih tua
dibandingkan saya. Saya tanya pengalamannya - dan ini biasanya yang
menjadi kebanggaan orang tua - maka berceritalah ia tidak habis-habis
tentang masa lalunya. Terakhir, ketika ia menjadi moderator saya, eh
dia malah banyak menyanjung dan memuji presentasi saya di depan umum.
Rekan saya memang benar. Saya memang memiliki jimat menundukkan
manusia lain. Dan, mantra jimat itu - dalam bahasa Mary Kay Ash -
berbunyi : make him/her feel important!
Personal Excellence. Tulisannya sederhana, mudah dicerna dan
menyentuh.
Namun, setelah tahu dari majalah Fortune, bahwa perusahaan yang ia
dirikan dan besarkan -- Mary Kay Cosmetics -- adalah salah satu di
antara 500 perusahaan besar dunia, perhatian saya ke wanita tua ini
mulai lebih serius. Setiap artikelnya saya baca. Bukunya saya
cermati. Dan, kendatipun sering ia tampil terlalu wanita sentris,
tetap tidak mengurangi minat saya terhadap ajaran-ajarannya.
Prinsip dia membesarkan perusahaan amatlah sederhana. Mulailah dengan
perhatian, tenggang rasa, dan keperdulian pada orang lain. Laba
adalah hasil ikutan dari keseriusan kita melaksanakan prinsip-prinsip
itu.
Fondasi paling kokoh dari manajemen Mary Kay Cosmetics, adalah sebuah
hukum utama yang berbunyi : 'perlakukan orang lain, sebagaimana Anda
ingin diperlakukan oleh mereka'.
Bagi Anda yang rajin belajar, prinsip terakhir bukanlah barang
baru.Namun, yang unik dari Mary Kay, adalah komitmennya dalam
melaksanakan prinsip tadi dengan penuh keseriusan.
Sebagai penjabaran dari prinsip manajemen dan hukum utama terakhir,
Mary Kay Ash pernah menulis bahwa setiap orang membawa ke mana-mana
tulisan psikologis di dahinya. Tulisan tersebut berbunyi : make me
feel important (disingkat MMFI).
Sepintas tampak, prinsip-prinsip manajemen yang menjadi tiang
penyangga Mary Kay Cosmetics, mirip dengan pendekatan Dale Carnegie
dan Stephen Covey. Benang merahnya, terletak pada modal yang bernama
sentuhan kemanusiaan.
Terus terang, saya bersentuhan dengan pendekatan-pendekatan
humanistik seperti ini dari umur yang amat muda. Seorang kakak saya
memberi buku Dale Carnegie, yang berjudul How to win friends and
convince the others, ketika saya masih di kelas satu SMU. Butuh waktu
lama memang untuk bisa mengaplikasikannya. Tetapi, langkah karir saya
amatlah ditopang oleh prinsip-prinsip terakhir.
Di satu kesempatan pelatihan pada Gulf Resources Ltd., seorang
pemimpin di perusahaan minyak Kanada ini bertanya ke saya : 'apa yang
Anda pakai untuk membuat orang yang di hari pertama galak tidak
ketulungan menjadi hormat di hari ke lima?'. Di Bank Dagang Negara,
seorang pimpinan cabang yang merasa kasihan ke saya - karena menurut
dia saya dikerjain habis-habisan oleh seorang peserta - juga bertanya
hal yang sama ke saya, di akhir sesi. Penghujat di kelas ini,
disamping merangkul saya di hari perpisahan, juga mau bersusah-susah
membeli hadiah buat saya. Saya mengalami pengalaman yang sama
berulang-ulang.
Seorang kawan dekat pernah bergurau, jangan-jangan saya
membawa 'jimat' dari Bali. Secara jujur harus saya akui, saya memang
memiliki 'jimat'. Dan jimat ini memang tidak hanya monopoli orang
Bali. Ia dimiliki oleh siapa saja yang peka akan bahasa-bahasa
kemanusiaan.
Bila ada yang menghujat, saya belajar untuk tidak menghujat balik.
Justru dalam keadaan demikian, saya ingat lagi prinsip Mary Kay Ash
tentang MMFI.
Pertanyaan awal saya setiap menghadapi hujatan, aspek mana dari orang
ini yang perlu diperlakukan penting? Kepintaran, pengalaman,
gengsinya di depan orang lain, atau hal lain?
Bila kepintarannya yang penting, saya mencoba mencari interaksi
antara ide saya dengan ide dia. Jika pengalamannya yang penting, saya
akan menggunakan pengalaman tadi sebagai basis teori saya. Mana kala
gengsi yang penting, saya akan beri dia kesempatan presentasi ke
depan.
Berhadapan dengan orang seperti ini, saya akan coba mencari satu hal
yang spesial untuk kemudian saya angkat sebagai topik pembicaraan. Ia
bisa berupa dasinya yang bagus, sepatunya yang unik, rambutnya yang
rapi atau apa saja yang saya yakin ia banggakan.
Lebih-lebih, bila saya bisa memberinya tambahan informasi dan
pengetahuan, yang membuat dia lebih bangga lagi dengan apa yang
tadinya sudah ia banggakan.
Seorang manajer wanita yang cerdas dan cantik pernah demikian ketus
dengan ide-ide saya. Ketika idenya memang brilian saya akui di depan
orang - kendati ada resiko saya sebagai konsultan dan pelatih tampak
lebih bego. Tatkala data-data dia lebih akurat, saya tidak ragu-ragu
untuk mengakuinya. Begitu break, saya ingat kalau parfum yang ia
pakai berharga amat mahal. Saya mencoba menebak merknya, dan ternyata
tepat. Wanita tersebut tampak demikian surprise, karena saya sudah
membongkar sebuah rahasia yang sebenarnya ia banggakan ke orang lain.
Di rapat berikutnya, entah darimana datangnya rasa hormat, ia menjadi
pendukung saya yang amat membantu.
Di sebuah acara yang cukup besar di Hongkong, seorang rekan berbisik
agar saya hati-hati dengan orang yang jadi moderator saya. Katanya,
orang ini sok pintar, menggurui dan tak segan menghina di depan umum.
Ketika berkenalan, saya amati raut mukanya memang lebih tua
dibandingkan saya. Saya tanya pengalamannya - dan ini biasanya yang
menjadi kebanggaan orang tua - maka berceritalah ia tidak habis-habis
tentang masa lalunya. Terakhir, ketika ia menjadi moderator saya, eh
dia malah banyak menyanjung dan memuji presentasi saya di depan umum.
Rekan saya memang benar. Saya memang memiliki jimat menundukkan
manusia lain. Dan, mantra jimat itu - dalam bahasa Mary Kay Ash -
berbunyi : make him/her feel important!
Pandai Besi
Elihu Burrit berusia enam belas tahun ketika ayahnya meninggal dunia.
Ia kemudian belajar pada seorang tukang besi. Ia harus bekerja
sepuluh sampai dua belas jam sehari. Namun sambil bekerja, ia
memecahkan soal-soal hitungan di luar kepala.
Dalam buku hariannya, terdapat catatan-catatan sebagai
berikut: "Senin, 18 Juni. Sakit kepala, 40 halaman Teori Tanah
karangan Cuvier, 64 halaman bahasa Prancis, 11 jam di tempat kerja.
Selasa, 19 Juni. 60 baris Ibrani, 30 baris bahasa Denmark, 10 baris
Bohemia, 9 baris Polandia, 15 nama bintang, 10 jam di tempat kerja."
Pandai besi yang terpelajar ini menguasai 18 bahasa dan 32 dialek!
Ia kemudian belajar pada seorang tukang besi. Ia harus bekerja
sepuluh sampai dua belas jam sehari. Namun sambil bekerja, ia
memecahkan soal-soal hitungan di luar kepala.
Dalam buku hariannya, terdapat catatan-catatan sebagai
berikut: "Senin, 18 Juni. Sakit kepala, 40 halaman Teori Tanah
karangan Cuvier, 64 halaman bahasa Prancis, 11 jam di tempat kerja.
Selasa, 19 Juni. 60 baris Ibrani, 30 baris bahasa Denmark, 10 baris
Bohemia, 9 baris Polandia, 15 nama bintang, 10 jam di tempat kerja."
Pandai besi yang terpelajar ini menguasai 18 bahasa dan 32 dialek!
Thursday, September 6, 2007
Lulus Ujian
Semangat Shyoram Yadav dan tekadnya lulus dengan cara yang bersih bisa
menjadi teladan generasi-generasi di bawahnya. Tangan renta itu
membolak-balik buku. Seorang kakek berumur 68 tahun sedang menghadapi
hari pentingnya. Hari ujian sekolah di distrik Alwar, India. Yang tak
umum, ini adalah upayanya yang ke-35 kalinya mengikuti ujian. Artinya,
sudah tiga puluh lima tahun ia mengikuti ujian sekolah. Tapi, tak pernah
lulus. Adalah Shyoram Yadav, si kakek yang gigih itu. Ia warga desa
Tasing, distrik Alwar, negara bagian Rajasthan. Sebuah daerah yang
jaraknya sekitar 160 km dari New Delhi, ibu kota India. Lelaki ini sudah
mengikuti ujian sejak tahun 1969. Tapi, gagal. Ia mengulang di tahun
berikutnya. Gagal.
Ia ikut lagi. Gagal ... dan, begitulah seterusnya. Begitu pentingnya
makna lulus sekolah, Shyoram menggenggam tekad. Ia bersumpah tetap
membujang sampai lulus ujian. ''Pendidikan itu segala-galanya dalam
hidup ini,'' ujar Shyoram kepada BBC. Lewat ucapannya itu, seolah ia
menjelaskan latar belakang perjuangannya selama tiga dasa warsa lebih.
''Pendidikan itu menguasai dunia: pendidikan adalah yang tertinggi
bahkan di antara saudaramu, masyarakatmu sendiri, dan di mancanegara,''
ungkap warga Distrik Alwar itu. Tak heran bila ia berpendapat begitu.
Angka buta huruf di distrik itu cukup tinggi. Data menunjukkan, sekitar
62,48 persen warga daerah yang sebagian besar penduduknya bekerja di
ladang itu yang melek huruf.
Tersandung
Mengapa perjuangan Shyoram sampai selama itu? Sejauh ini, menurut
pengakuannya, ia selalu gagal pada pelajaran yang berbeda tiap tahunnya.
Saat mengerjakan soal-soal ujian, Shyoram tak mau menerima bantuan siapa
pun. Bahkan, ia pantang menyontek pekerjaan orang lain. Malangnya, bila
Shyoram berupaya memperbaiki satu materi ujian yang gagal di tahun
berikutnya, maka materi ujian yang lain jeblok. Begitu dari tahun ke
tahun.
Sekilas Shyoram Yadav sama seperti warga lainnya. Tampak sederhana dalam
balutan busana tradisional India berwarna khaki. Begitu pulalah pakaian
yang dikenakannya saat berjalan tiga kilometer dari desanya ke SMP
Tasing setiap harinya. Guru-guru di sekolah itu pun terkesan. Wakil
kepala sekolah Devi Sangh Yadav bercerita, ketika pertama kali bertemu
Shyoram pada tahun 1999, ia berpikir lelaki itu penjaga salah seorang
muridnya.
''Pak Shyoram berjalan dengan cepat menuju ruang ujian dan beberapa anak
juga menuju ke sana,'' kenang Yadav. Ia langsung menghentikan langkah
Shyoram dan mengatakan, hanya anak-anak yang boleh masuk, orang tua
tidak boleh. ''Tapi, yang mengejutkan saya Shyoram mengatakan, ia
sendiri peserta ujian,'' tutur wakil kepala sekolah SMP Tasing itu.
Tentu saja Yadav tak bisa langsung percaya. Lelaki ini meminta Shyoram
menunjukkan bukti surat peserta ujian. ''Ketika ia menunjukkan surat
itu, seluruh staf sekolah mengerumuni dan ini menjadi masalah besar yang
kami diskusikan.'' Sejak hari itu, Shyoram menjadi 'pelanggan setia'
ujian di sekolah tersebut. Tahun ini sudah menginjak tahun yang kelima.
Dukungan warga
Seluruh warga desa Tasing mendukung upaya Shyoram. Semua petugas di
dinas pendidikan di Alwar mengenal lelaki tua ini. Sebab, ia selalu
muncul di tempat-tempat ujian di distrik seluas 8.380 km persegi yang
dikenal sebagai produsen gandum itu. Warga desanya berharap, Shyoram
bisa lulus tahun ini. ''Harapannya lulus ujian kelas 10 dan kemudian
menikah, tapi sejauh ini Tuhan belum mengabulkannya,'' kata Hanuman
Goyal, juga dari Tasing. Lelaki ini juga mengikuti ujian yang sama
beberapa tahun yang lalu.
''Upayanya mengikuti ujian 33 atau 34 kali. Mari kita lihat apakah
harapannya terkabul kali ini.'' Shyoram Yadav yang tahun ini, sayangnya,
tidak lagi seperti Shyoram yang mengikuti ujian pertama kalinya. Pada
usia 68 tahun, dia sudah mengalami gangguan pendengaran. Lekhraj, teman
Shyoram yang mengambil ujian serupa pada tahun 1972 memuji dedikasi
kakek ini. ''Ia ingin lulus ujian dengan upayanya sendiri. Dia tidak mau
menerima bantuan dari siapa pun dan dia tak pernah menyontek pekerjaan
orang lain,'' katanya. ''Itulah sebabnya kami menghormati dia.''
menjadi teladan generasi-generasi di bawahnya. Tangan renta itu
membolak-balik buku. Seorang kakek berumur 68 tahun sedang menghadapi
hari pentingnya. Hari ujian sekolah di distrik Alwar, India. Yang tak
umum, ini adalah upayanya yang ke-35 kalinya mengikuti ujian. Artinya,
sudah tiga puluh lima tahun ia mengikuti ujian sekolah. Tapi, tak pernah
lulus. Adalah Shyoram Yadav, si kakek yang gigih itu. Ia warga desa
Tasing, distrik Alwar, negara bagian Rajasthan. Sebuah daerah yang
jaraknya sekitar 160 km dari New Delhi, ibu kota India. Lelaki ini sudah
mengikuti ujian sejak tahun 1969. Tapi, gagal. Ia mengulang di tahun
berikutnya. Gagal.
Ia ikut lagi. Gagal ... dan, begitulah seterusnya. Begitu pentingnya
makna lulus sekolah, Shyoram menggenggam tekad. Ia bersumpah tetap
membujang sampai lulus ujian. ''Pendidikan itu segala-galanya dalam
hidup ini,'' ujar Shyoram kepada BBC. Lewat ucapannya itu, seolah ia
menjelaskan latar belakang perjuangannya selama tiga dasa warsa lebih.
''Pendidikan itu menguasai dunia: pendidikan adalah yang tertinggi
bahkan di antara saudaramu, masyarakatmu sendiri, dan di mancanegara,''
ungkap warga Distrik Alwar itu. Tak heran bila ia berpendapat begitu.
Angka buta huruf di distrik itu cukup tinggi. Data menunjukkan, sekitar
62,48 persen warga daerah yang sebagian besar penduduknya bekerja di
ladang itu yang melek huruf.
Tersandung
Mengapa perjuangan Shyoram sampai selama itu? Sejauh ini, menurut
pengakuannya, ia selalu gagal pada pelajaran yang berbeda tiap tahunnya.
Saat mengerjakan soal-soal ujian, Shyoram tak mau menerima bantuan siapa
pun. Bahkan, ia pantang menyontek pekerjaan orang lain. Malangnya, bila
Shyoram berupaya memperbaiki satu materi ujian yang gagal di tahun
berikutnya, maka materi ujian yang lain jeblok. Begitu dari tahun ke
tahun.
Sekilas Shyoram Yadav sama seperti warga lainnya. Tampak sederhana dalam
balutan busana tradisional India berwarna khaki. Begitu pulalah pakaian
yang dikenakannya saat berjalan tiga kilometer dari desanya ke SMP
Tasing setiap harinya. Guru-guru di sekolah itu pun terkesan. Wakil
kepala sekolah Devi Sangh Yadav bercerita, ketika pertama kali bertemu
Shyoram pada tahun 1999, ia berpikir lelaki itu penjaga salah seorang
muridnya.
''Pak Shyoram berjalan dengan cepat menuju ruang ujian dan beberapa anak
juga menuju ke sana,'' kenang Yadav. Ia langsung menghentikan langkah
Shyoram dan mengatakan, hanya anak-anak yang boleh masuk, orang tua
tidak boleh. ''Tapi, yang mengejutkan saya Shyoram mengatakan, ia
sendiri peserta ujian,'' tutur wakil kepala sekolah SMP Tasing itu.
Tentu saja Yadav tak bisa langsung percaya. Lelaki ini meminta Shyoram
menunjukkan bukti surat peserta ujian. ''Ketika ia menunjukkan surat
itu, seluruh staf sekolah mengerumuni dan ini menjadi masalah besar yang
kami diskusikan.'' Sejak hari itu, Shyoram menjadi 'pelanggan setia'
ujian di sekolah tersebut. Tahun ini sudah menginjak tahun yang kelima.
Dukungan warga
Seluruh warga desa Tasing mendukung upaya Shyoram. Semua petugas di
dinas pendidikan di Alwar mengenal lelaki tua ini. Sebab, ia selalu
muncul di tempat-tempat ujian di distrik seluas 8.380 km persegi yang
dikenal sebagai produsen gandum itu. Warga desanya berharap, Shyoram
bisa lulus tahun ini. ''Harapannya lulus ujian kelas 10 dan kemudian
menikah, tapi sejauh ini Tuhan belum mengabulkannya,'' kata Hanuman
Goyal, juga dari Tasing. Lelaki ini juga mengikuti ujian yang sama
beberapa tahun yang lalu.
''Upayanya mengikuti ujian 33 atau 34 kali. Mari kita lihat apakah
harapannya terkabul kali ini.'' Shyoram Yadav yang tahun ini, sayangnya,
tidak lagi seperti Shyoram yang mengikuti ujian pertama kalinya. Pada
usia 68 tahun, dia sudah mengalami gangguan pendengaran. Lekhraj, teman
Shyoram yang mengambil ujian serupa pada tahun 1972 memuji dedikasi
kakek ini. ''Ia ingin lulus ujian dengan upayanya sendiri. Dia tidak mau
menerima bantuan dari siapa pun dan dia tak pernah menyontek pekerjaan
orang lain,'' katanya. ''Itulah sebabnya kami menghormati dia.''
Kisah Pelari
Gedung sekolah desa yang kecil itu dipanasi oleh perapian batu bara
kuno yang berbentuk belanga. Seorang anak laki-laki kecil bertugas
untuk hadir pagi-pagi sekali di sekolah untuk menyalakan api serta
menghangatkan ruangan sebelum guru dan teman-temannya masuk.
Pada suatu pagi gedung sekolah itu tertelan api. Anak laki-laki itu
pingsan dan ia pun ditarik keluar dari bangunan yang terbakar itu,
dalam keadaan setengah mati dan bukannya setengah hidup. Ia mengalami
luka bakar yang parah di seluruh bagian bawah tubuhnya dan dibawa ke
rumah sakit daerah yang terdekat.
Dari tempat tidurnya, si anak laki-laki yang terbakar secara
mengerikan itu dalam keadaan setengah sadar sayup-sayup mendengar
dokter berbicara kepada ibunya. Dokter memberitahu bahwa anak itu
pasti akan mati, yang sesungguhnya merupakan hal yang terbaik,
lantaran kebakaran hebat yang meluluhlantakkan bagian bawah tubuhnya.
Namun anak pemberani itu tidak ingin mati. Ia meneguhkan tekadnya
untuk tetap bertahan hidup. Entah dengan cara bagaimana, hal yang
mencengangkan dokter itu, ia terus hidup. Ketika bahaya maut itu
berlalu, ia sekali lagi mendengar dokter dan ibunya berbicara dengan
pelan. Ibunya diberitahu bahwa karena kebakaran itu menghancurkan
begitu banyak daging di bawah tubuh anak itu, dapat dikatakan bahwa
akan lebih baik jika ia mati, karena ia pasti akan lumpuh seumur
hidup dan tak dapat memanfaatkan semua anggota tubuh bagian bawahnya.
Sekali lagi si anak pemberani itu mengeraskan tekadnya. Ia tidak akan
lumpuh. Ia akan berjalan. Tetapi celakanya, dari pinggang ke bawah,
ia tidak memiliki kemampuan bergerak. Kaki-kakinya yang kurus hanya
terjuntai di sana, lengkap namun mati.
Akhirnya ia keluar dari rumah sakit. Lalu setiap hari ibunya memijat
kakinya yang kecil itu, namun di sana tidak ada rasa, tidak ada
kontrol, tidak ada apa pun. Namun niatnya untuk berjalan tetap sekuat
dulu.
Hari-harinya menjemukan. Bila tidak sedang berada di tempat tidur, ia
terkurung di kursi roda. Pada suatu hari yang cerah ibunya mendorong
kursi rodanya keluar menuju halaman agar ia dapat menghirup udara
segar. Hari itu, bukannya duduk terpaku di situ, ia melemparkan diri
dari kursi roda. Ia menyeret dirinya sendiri melintasi rerumputan,
menarik kedua kakinya di belakang tubuhnya.
Ia menyusuri jalannya menuju tiang pancang berwarna putih yang
membatasi bidang tanah mereka. Kemudian, sedikit demi sedikit, ia
mulai menyeret dirinya sendiri di sepanjang pagar itu, bertekad keras
untuk berjalan. Ia mulai melakukan hal ini setiap hari sampai saat ia
menggunakan jalan yang mulus di sekeliling halaman di sisi tiang
pancang itu. Tak ada hal yang diinginkannya selain menghidupkan kedua
kakinya.
Akhirnya melalui pijatan setiap hari, tekad bajanya dan keteguhan
hatinya, ia benar-benar mengembangkan kemampuannya untuk berdiri,
kemudian untuk berjalan tertatih-tatih, lalu untuk berjalan sendiri,
dan kemudian untuk berlari.
Ia mulai berjalan ke sekolah, kemudian berlari ke sekolah, berlari
demi kegembiraan besar yang diperolehnya dari berlari. Kemudian di
universitas ia membentuk tim lari. Bahkan selanjutnya di Madison
Square Garden pemuda yang diduga tidak bakal hidup itu, yang tidak
pernah dapat berharap untuk bisa berlari.
Pemuda yang keras hati ini, Dr. Glenn Cunningham, memecahkan rekor
dunia lari untuk jarak 1500 meter
kuno yang berbentuk belanga. Seorang anak laki-laki kecil bertugas
untuk hadir pagi-pagi sekali di sekolah untuk menyalakan api serta
menghangatkan ruangan sebelum guru dan teman-temannya masuk.
Pada suatu pagi gedung sekolah itu tertelan api. Anak laki-laki itu
pingsan dan ia pun ditarik keluar dari bangunan yang terbakar itu,
dalam keadaan setengah mati dan bukannya setengah hidup. Ia mengalami
luka bakar yang parah di seluruh bagian bawah tubuhnya dan dibawa ke
rumah sakit daerah yang terdekat.
Dari tempat tidurnya, si anak laki-laki yang terbakar secara
mengerikan itu dalam keadaan setengah sadar sayup-sayup mendengar
dokter berbicara kepada ibunya. Dokter memberitahu bahwa anak itu
pasti akan mati, yang sesungguhnya merupakan hal yang terbaik,
lantaran kebakaran hebat yang meluluhlantakkan bagian bawah tubuhnya.
Namun anak pemberani itu tidak ingin mati. Ia meneguhkan tekadnya
untuk tetap bertahan hidup. Entah dengan cara bagaimana, hal yang
mencengangkan dokter itu, ia terus hidup. Ketika bahaya maut itu
berlalu, ia sekali lagi mendengar dokter dan ibunya berbicara dengan
pelan. Ibunya diberitahu bahwa karena kebakaran itu menghancurkan
begitu banyak daging di bawah tubuh anak itu, dapat dikatakan bahwa
akan lebih baik jika ia mati, karena ia pasti akan lumpuh seumur
hidup dan tak dapat memanfaatkan semua anggota tubuh bagian bawahnya.
Sekali lagi si anak pemberani itu mengeraskan tekadnya. Ia tidak akan
lumpuh. Ia akan berjalan. Tetapi celakanya, dari pinggang ke bawah,
ia tidak memiliki kemampuan bergerak. Kaki-kakinya yang kurus hanya
terjuntai di sana, lengkap namun mati.
Akhirnya ia keluar dari rumah sakit. Lalu setiap hari ibunya memijat
kakinya yang kecil itu, namun di sana tidak ada rasa, tidak ada
kontrol, tidak ada apa pun. Namun niatnya untuk berjalan tetap sekuat
dulu.
Hari-harinya menjemukan. Bila tidak sedang berada di tempat tidur, ia
terkurung di kursi roda. Pada suatu hari yang cerah ibunya mendorong
kursi rodanya keluar menuju halaman agar ia dapat menghirup udara
segar. Hari itu, bukannya duduk terpaku di situ, ia melemparkan diri
dari kursi roda. Ia menyeret dirinya sendiri melintasi rerumputan,
menarik kedua kakinya di belakang tubuhnya.
Ia menyusuri jalannya menuju tiang pancang berwarna putih yang
membatasi bidang tanah mereka. Kemudian, sedikit demi sedikit, ia
mulai menyeret dirinya sendiri di sepanjang pagar itu, bertekad keras
untuk berjalan. Ia mulai melakukan hal ini setiap hari sampai saat ia
menggunakan jalan yang mulus di sekeliling halaman di sisi tiang
pancang itu. Tak ada hal yang diinginkannya selain menghidupkan kedua
kakinya.
Akhirnya melalui pijatan setiap hari, tekad bajanya dan keteguhan
hatinya, ia benar-benar mengembangkan kemampuannya untuk berdiri,
kemudian untuk berjalan tertatih-tatih, lalu untuk berjalan sendiri,
dan kemudian untuk berlari.
Ia mulai berjalan ke sekolah, kemudian berlari ke sekolah, berlari
demi kegembiraan besar yang diperolehnya dari berlari. Kemudian di
universitas ia membentuk tim lari. Bahkan selanjutnya di Madison
Square Garden pemuda yang diduga tidak bakal hidup itu, yang tidak
pernah dapat berharap untuk bisa berlari.
Pemuda yang keras hati ini, Dr. Glenn Cunningham, memecahkan rekor
dunia lari untuk jarak 1500 meter
Sapi Monyet & Manusia
Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi.
Beliau berkata kepada sang sapi "Hari ini kuciptakan kau! Sebagai
sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja di bawah
terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun."
Sang Sapi keberatan "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun.
Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun"
Maka setujulah Tuhan.
Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet. "Hai monyet, hiburlah
manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!" Sang monyet menjawab
"What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa?
10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu"
Maka setujulah Tuhan.
Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. "Apa yang harus kau lakukan
adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus
menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!" Sang
anjing menolak : "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ? No
way.! Kukembalikan 10 tahun padamu".
Maka setujulah Tuhan.
Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia. Sabda Tuhan: "Tugasmu
adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan. Kau akan
menikmatinya. Akan kuberikan engkau umur sepanjang 25 tahun!"
Sang manusia keberatan, katanya "Menikmati kehidupan selama 20 tahun?
Itu terlalu pendek Tuhan. Let's make a deal. Karena sapi
mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun,
dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya
itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun.
Setuju ?"
Maka setujulah Tuhan.
AKIBATNYA..............................
Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan (kita
makan, tidur dan bersenang-senang)
30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi (kita
harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita.)
10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan
berperan sebagai monyet yang menghibur.
Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu,
dan menggonggong kepada orang yang lewat.
Beliau berkata kepada sang sapi "Hari ini kuciptakan kau! Sebagai
sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja di bawah
terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun."
Sang Sapi keberatan "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun.
Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun"
Maka setujulah Tuhan.
Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet. "Hai monyet, hiburlah
manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!" Sang monyet menjawab
"What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa?
10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu"
Maka setujulah Tuhan.
Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. "Apa yang harus kau lakukan
adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus
menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!" Sang
anjing menolak : "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ? No
way.! Kukembalikan 10 tahun padamu".
Maka setujulah Tuhan.
Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia. Sabda Tuhan: "Tugasmu
adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan. Kau akan
menikmatinya. Akan kuberikan engkau umur sepanjang 25 tahun!"
Sang manusia keberatan, katanya "Menikmati kehidupan selama 20 tahun?
Itu terlalu pendek Tuhan. Let's make a deal. Karena sapi
mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun,
dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya
itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun.
Setuju ?"
Maka setujulah Tuhan.
AKIBATNYA..............................
Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan (kita
makan, tidur dan bersenang-senang)
30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi (kita
harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita.)
10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan
berperan sebagai monyet yang menghibur.
Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu,
dan menggonggong kepada orang yang lewat.
Puisi Rendra
Nice Words from Rendra
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
Seolah ...
semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah ...
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja"
(WS Rendra).
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
Seolah ...
semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah ...
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja"
(WS Rendra).
Kekuatan Mahatma Gandhi
Kekuatan Tanpa Kekerasan
Pada tanggal 9 Juni ia memberikan ceramah di Universitas Puerto Rico
dan bercerita bagaimana memberikan contoh tanpa-kekerasan yang dapat
diterapkan di sebuah keluarga.
Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di
sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun
tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh di
pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua
saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota
untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.
Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk
menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan
kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan
daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya
untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti
memperbaiki mobil di bengkel.
Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, "Ayah tunggu kau
di sini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama."
Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan
oleh ayah saya.
Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan
dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam
menunjukkan pukul 17:30, langsung saya berlari menunju bengkel mobil
dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu
sudah hampir pukul 18:00.
Dengan gelisah ayah menanyai saya, "Kenapa kau terlambat?"
Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne
sehingga saya menjawab, "Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya
harus menunggu."
Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon
bengkel mobil itu.
Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong. Lalu ayah berkata, "Ada
sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki
keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum
kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki
sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik."
Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai
berjalan kaki pulang ke rumah.
Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata.
Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam,
saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat
penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena kebohongan yang bodoh
yang saya lakukan.
Sejak itu saja tidak pernah akan berbohong lagi.
Seringkali saya berpikir mengenai episode ini dan merasa heran.
Seandainya ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak
kita maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai
tanpa-kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman
itu dan melakukan hal yang sama lagi.
Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa-kekerasan yang sangat luar
biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin.
Itulah kekuatan tanpa-kekerasan.
Oleh: Dr. Arun Gandhi
Dari: The Power Of Nonviolence
Dr. Arun Gandhi adalah cucu Mahatma Gandhi dan pendiri Lembaga M.K.
Gandhi untuk Tanpa-Kekerasan.
Pada tanggal 9 Juni ia memberikan ceramah di Universitas Puerto Rico
dan bercerita bagaimana memberikan contoh tanpa-kekerasan yang dapat
diterapkan di sebuah keluarga.
Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di
sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun
tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh di
pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua
saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota
untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.
Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk
menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan
kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan
daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya
untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti
memperbaiki mobil di bengkel.
Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, "Ayah tunggu kau
di sini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama."
Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan
oleh ayah saya.
Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan
dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam
menunjukkan pukul 17:30, langsung saya berlari menunju bengkel mobil
dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu
sudah hampir pukul 18:00.
Dengan gelisah ayah menanyai saya, "Kenapa kau terlambat?"
Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne
sehingga saya menjawab, "Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya
harus menunggu."
Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon
bengkel mobil itu.
Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong. Lalu ayah berkata, "Ada
sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki
keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum
kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki
sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik."
Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai
berjalan kaki pulang ke rumah.
Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata.
Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam,
saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat
penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena kebohongan yang bodoh
yang saya lakukan.
Sejak itu saja tidak pernah akan berbohong lagi.
Seringkali saya berpikir mengenai episode ini dan merasa heran.
Seandainya ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak
kita maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai
tanpa-kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman
itu dan melakukan hal yang sama lagi.
Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa-kekerasan yang sangat luar
biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin.
Itulah kekuatan tanpa-kekerasan.
Oleh: Dr. Arun Gandhi
Dari: The Power Of Nonviolence
Dr. Arun Gandhi adalah cucu Mahatma Gandhi dan pendiri Lembaga M.K.
Gandhi untuk Tanpa-Kekerasan.
Kekuatan Mark Twain
Kekuatan Kata-kata
Mark Twain mengungkapkannya dengan sangat indah ketika
mengatakan "Udara sangat dingin, sehingga jika
termometer ini lebih panjang satu inci saja, kita pasti
akan mati membeku"
Kita memang akan mati beku dalam kata2. Yang menjadi
persoalan bukanlah suhu dingin yang ada diluar, tetapi termometer.
Yang menjadi persoalan bukanlah realitas, tetapi kata-kata yang anda ucapkan
pada diri anda mengenai realitas itu.
Saya pernah mendengar cerita yang menarik mengenai seorang
petani di Finlandia. Ketika garis batas antara Finlandia dan Rusia
sedang ditentukan, petani itu harus memutuskan apakah dia ingin
berada di Finlandia atau di Rusia. Setelah memikirkan cukup lama,
dia memutuskan untuk berada di Finlandia, tetapi dia tidak ingin melukai
perasaan pejabat Rusia. Pejabat Rusia itu datang kepadanya dan bertanya
mengapa dia ingin berada di Finlandia.
Petani itu menjawab,"Sudah merupakan kerinduanku sejak
dulu untuk tinggal ditanah tumpah darahku Rusia, tetapi pada usiaku yang
sudah lanjut seperti ini, aku tidak dapat bertahan menghadapi musim dingin di
Rusia."
Rusia dan Finlandia hanyalah kata-kata, konsep, tetapi
tidak demikian halnya bagi manusia, tidak bagi manusia yang gila, yang
menganggap kata-kata dan konsep itu sama dengan realitas. Kita hampir tidak
pernah melihat realitas.
Suatu saat seorang guru berusaha untuk menjelaskan kepada
sekelompok orang bagaimana orang2 bereaksi terhadap kata2, menelan kata2,
hidup dalam kata2, ketimbang dalam realitas.
Salah seorang dari kelompok itu berdiri dan mengajukan
protes, dia berkata, "Saya tidak setuju dengan pendapat anda bahwa
kata2 mempunyai efek yang begitu besar terhadap diri kita."
Guru itu berkata," Duduklah, ANAK HARAM."
Muka orang itu menjadi pucat karena marah dan berkata,"
Anda menyebut diri Anda sebagai orang yang sudah mengalami pencerahan,
seorang guru, seorang yang bijaksana, tetapi seharusnya Anda malu dengan diri
Anda sendiri."
Kemudian Guru itu berkata, "Maafkan saya, saya terbawa
perasaan. Saya benar2 mohon maaf, itu benar2 di luar kesadaran saya, saya mohon
maaf." Orang itu akhirnya menjadi tenang.
Kemudian Guru berkata lagi,"HANYA DIPERLUKAN BEBERAPA KATA
UNTUK MEMBANGKITKAN KEMARAHAN DALAM DIRI
ANDA; DAN HANYA DIPERLUKAN BEBERAPA KATA UNTUK MENENANGKAN
DIRI ANDA, BENAR BUKAN
Mark Twain mengungkapkannya dengan sangat indah ketika
mengatakan "Udara sangat dingin, sehingga jika
termometer ini lebih panjang satu inci saja, kita pasti
akan mati membeku"
Kita memang akan mati beku dalam kata2. Yang menjadi
persoalan bukanlah suhu dingin yang ada diluar, tetapi termometer.
Yang menjadi persoalan bukanlah realitas, tetapi kata-kata yang anda ucapkan
pada diri anda mengenai realitas itu.
Saya pernah mendengar cerita yang menarik mengenai seorang
petani di Finlandia. Ketika garis batas antara Finlandia dan Rusia
sedang ditentukan, petani itu harus memutuskan apakah dia ingin
berada di Finlandia atau di Rusia. Setelah memikirkan cukup lama,
dia memutuskan untuk berada di Finlandia, tetapi dia tidak ingin melukai
perasaan pejabat Rusia. Pejabat Rusia itu datang kepadanya dan bertanya
mengapa dia ingin berada di Finlandia.
Petani itu menjawab,"Sudah merupakan kerinduanku sejak
dulu untuk tinggal ditanah tumpah darahku Rusia, tetapi pada usiaku yang
sudah lanjut seperti ini, aku tidak dapat bertahan menghadapi musim dingin di
Rusia."
Rusia dan Finlandia hanyalah kata-kata, konsep, tetapi
tidak demikian halnya bagi manusia, tidak bagi manusia yang gila, yang
menganggap kata-kata dan konsep itu sama dengan realitas. Kita hampir tidak
pernah melihat realitas.
Suatu saat seorang guru berusaha untuk menjelaskan kepada
sekelompok orang bagaimana orang2 bereaksi terhadap kata2, menelan kata2,
hidup dalam kata2, ketimbang dalam realitas.
Salah seorang dari kelompok itu berdiri dan mengajukan
protes, dia berkata, "Saya tidak setuju dengan pendapat anda bahwa
kata2 mempunyai efek yang begitu besar terhadap diri kita."
Guru itu berkata," Duduklah, ANAK HARAM."
Muka orang itu menjadi pucat karena marah dan berkata,"
Anda menyebut diri Anda sebagai orang yang sudah mengalami pencerahan,
seorang guru, seorang yang bijaksana, tetapi seharusnya Anda malu dengan diri
Anda sendiri."
Kemudian Guru itu berkata, "Maafkan saya, saya terbawa
perasaan. Saya benar2 mohon maaf, itu benar2 di luar kesadaran saya, saya mohon
maaf." Orang itu akhirnya menjadi tenang.
Kemudian Guru berkata lagi,"HANYA DIPERLUKAN BEBERAPA KATA
UNTUK MEMBANGKITKAN KEMARAHAN DALAM DIRI
ANDA; DAN HANYA DIPERLUKAN BEBERAPA KATA UNTUK MENENANGKAN
DIRI ANDA, BENAR BUKAN
Monday, August 6, 2007
Tips memulai hari
Tips Memulai Hari dengan Cerah
Hari yang cerah bukan ditandai dengan matahari yang
bersinar terang atau udara yang sejuk, melainkan dari
hati dan pikiran yang segar. Kecerahan suatu hari
dimulai dari diri anda sendiri. Kita tahu bahwa
sesuatu yang dimulai dengan baik merupakan separuh
dari pencapaian tujuan.
Karena itu, memulai aktivitas hari ini dengan
kecerahan suasana adalah modal besar untuk
menyelesaikan hari dengan baik pula. Bagaimana memulai
hari dengan cerah sangat dipengaruhi oleh pola hidup
kita.
Berikut beberapa tips ringan agar kita bisa memulai
hari dengan cerah.
1--Mulailah dari malam hari.
Kita tak bisa berharap bangun dengan segar jika di
malam harinya tak cukup tidur nyenyak. Hari esok yang
cerah dimulai dari malam ini. Bila anda
masih mempunyai masalah, yakinlah masih ada waktu esok
untuk menyelesaikannya lebih baik lagi. Malam ini, beristirahatlah
sebaik-baiknya.
2--Bangun pagi lebih pagi.
Bangunlah lebih pagi daripada terbitnya matahari.
Jumpai keheningan dan kesunyian. Pagi buta adalah saat
yang tepat untuk menemukan sisi damai
dalam diri anda.
3--Damaikan pikiran dan tentramkan jiwa
Jangan terburu melakukan aktivitas. Resapi saja
suasana pagi yang damai ini. Berdoa,sampaikan syukur
atas hidup yang masih diberikan pada kita
dan bersaat teduh.
4--Segarkan tubuh.
Minum air. Hirup aroma tea atau kopi yang menyegarkan. Berjalan-jalanlah
keluar. Pompa udara banyak-banyak ke dalam paru-paru. Lakukan olahraga
ringan, Mandi dengan air segar. Bersihkan tubuh baik-baik. Tetaplah
mengingat janji anda tadi pagi untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi
semesta hari ini.
5--Dapatkan sarapan secukupnya.
Isi perut anda secukupnya. Sarapan yang baik adalah
modal untuk kebugaran tubuh anda sepanjang hari.
Jangan asal kenyang, namun cukupkan
kebutuhan energi dan gizi.
6--Sapalah orang-orang yang anda jumpai.
Terbarkan senyum. Tak peduli apakah matahari bersinar
cerah atau mendung menggayut, sapalah orang-orang yang
anda jumpai. Tanyakan kabar mereka, maka jangan
terkejut jika mereka pun akan membalas senyum anda.
7--Jangan mengeluh
Apa pun yang terjadi, entah itu hari hujan, jalanan
macet, kereta datang terlambat, kendaraan mogok, atau
apa pun yang terjadi, terimalah semua
itu apa adanya. In everything, give thanks.
Selamat bekerja serta selamat bercerah hari.
Hari yang cerah bukan ditandai dengan matahari yang
bersinar terang atau udara yang sejuk, melainkan dari
hati dan pikiran yang segar. Kecerahan suatu hari
dimulai dari diri anda sendiri. Kita tahu bahwa
sesuatu yang dimulai dengan baik merupakan separuh
dari pencapaian tujuan.
Karena itu, memulai aktivitas hari ini dengan
kecerahan suasana adalah modal besar untuk
menyelesaikan hari dengan baik pula. Bagaimana memulai
hari dengan cerah sangat dipengaruhi oleh pola hidup
kita.
Berikut beberapa tips ringan agar kita bisa memulai
hari dengan cerah.
1--Mulailah dari malam hari.
Kita tak bisa berharap bangun dengan segar jika di
malam harinya tak cukup tidur nyenyak. Hari esok yang
cerah dimulai dari malam ini. Bila anda
masih mempunyai masalah, yakinlah masih ada waktu esok
untuk menyelesaikannya lebih baik lagi. Malam ini, beristirahatlah
sebaik-baiknya.
2--Bangun pagi lebih pagi.
Bangunlah lebih pagi daripada terbitnya matahari.
Jumpai keheningan dan kesunyian. Pagi buta adalah saat
yang tepat untuk menemukan sisi damai
dalam diri anda.
3--Damaikan pikiran dan tentramkan jiwa
Jangan terburu melakukan aktivitas. Resapi saja
suasana pagi yang damai ini. Berdoa,sampaikan syukur
atas hidup yang masih diberikan pada kita
dan bersaat teduh.
4--Segarkan tubuh.
Minum air. Hirup aroma tea atau kopi yang menyegarkan. Berjalan-jalanlah
keluar. Pompa udara banyak-banyak ke dalam paru-paru. Lakukan olahraga
ringan, Mandi dengan air segar. Bersihkan tubuh baik-baik. Tetaplah
mengingat janji anda tadi pagi untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi
semesta hari ini.
5--Dapatkan sarapan secukupnya.
Isi perut anda secukupnya. Sarapan yang baik adalah
modal untuk kebugaran tubuh anda sepanjang hari.
Jangan asal kenyang, namun cukupkan
kebutuhan energi dan gizi.
6--Sapalah orang-orang yang anda jumpai.
Terbarkan senyum. Tak peduli apakah matahari bersinar
cerah atau mendung menggayut, sapalah orang-orang yang
anda jumpai. Tanyakan kabar mereka, maka jangan
terkejut jika mereka pun akan membalas senyum anda.
7--Jangan mengeluh
Apa pun yang terjadi, entah itu hari hujan, jalanan
macet, kereta datang terlambat, kendaraan mogok, atau
apa pun yang terjadi, terimalah semua
itu apa adanya. In everything, give thanks.
Selamat bekerja serta selamat bercerah hari.
Paradoks Waktu
Paradoks waktu kita saat ini adalah bahwa :
Kita memiliki gedung-gedung
yang lebih tinggi, tetapi semakin rendah ketahanan kita akan amarah.
Kita membangun banyak jalan-jalan yang besar, tapi wawasan kita
semakin sempit.
Kita banyak menghabiskan uang, tapi semakin sedikit apa yang kita
punya.
Banyak membeli, tetapi semakin sedikit yang bisa kita nikmati.
Rumah-rumah kita bertambah besar, akan tetapi keluarga kita
semakin kecil.
Rumah yang semakin nyaman, akan tetapi semakin sedikit
waktu yang kita miliki untuk menikmatinya.
Kita memiliki semakin banyak
gelar, tetapi semakin sempit akal, semakin banyak pengetahuan--tetapi
semakin sedikit penilaian akan yang baik dan salah.
Semakin banyak ahli,akan tetapi semakin banyak pula masalah, semakin
banyak ditemukan obat, tetapi semakin berkurang kesehatan.
Kita terlalu banyak minum, terlalu banyak merokok, ceroboh, terlalu
jarang tertawa, mengemudi terlalu cepat, semakin kerap marah, susah
tidur, bangun dalam keadaan yang terlalu penat, terlalu sedikit
membaca, terlalu banyak menonton televisi, dan angat jarang
berdoa.
Kita telah melipatgandakan keinginan, akan tetapi mengurangi
nilai-nilai diri kita.
Terlalu banyak berbicara, terlalu sedikit mencinta
dan terlalu sering membenci.
Kita telah belajar bagaimana mencari nafkah,
tapi tidak mencari hidup.
Kita telah mampu menambahkan tahun-tahun dalam
kehidupan kita, tetapi gagal membawa kehidupan dalam tahun-tahun
hidup kita.
Kita telah mampu ulang-alik ke Bulan, tapi bermasalah untuk
menyeberang jalan menyapa tetangga kita.
Kita telah menaklukkan ruang angkasa, tapi tidak mampu menaklukkan
diri.
Kita telah melakukan hal-hal yang lebih besar, tetapi gagal
melakukan hal-hal yang lebih baik.
Kita telah membersihkan udara, tetapi jiwa kita penuh polusi.
Kita telah menaklukkan atom, akan tetapi tidak mampu menaklukkan
prasangka buruk.
Kita banyak menulis, tetapi sedikit belajar.
Kita banyak berencana, tetapi sedikit menggapai.
Kita belajar untuk mengejar, tetapi tidak menunggu.
Kita membuat banyak komputer untuk menampung informasi,
untuk menghasilkan lebih banyak penggandaan, tetapi kita semakin
sedikit berkomunikasi.
Inilah zaman-nya makanan cepat saji dan pencernaan yang lambat,
manusia-manusia yang lebih besar fisiknya, tapi kerdil karakternya.
Keuntungan yang menanjak dan relasi yang rapuh.
Inilah masa pendapatan yang berganda tetapi perceraian bertambah.
Rumah-rumah yang semakin elok, tetapi keluarga yang berantakan.
Inilah kalanya perjalanan yang semakin singkat, pakaian sekali
pakai, moralitas yang terbuang, hubungan satu malam, kelebihan berat
badan, dan pil-pil yang dapat melakukan segalanya; membuat gembira,
menenangkan dan sekaligus, membunuh!
Inilah waktunya ketika banyak hal yang dipamerkan dan semakin sedikit
yang disimpan.
Zaman teknologi yang dapat membawa surat ini kepada Anda,
dan waktu yang memberikan pilihan pada Anda untuk membagikan
perenungan ini, atau justru menghapusnya.
Ingatlah untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang
yang Anda kasihi, karena mereka tidak akan berada di sisi Anda
selamanya.
Ingatlah untuk berkata-kata yang baik pada orang
yang mengagumi Anda, karena ia suatu saat akan bertambah besar dan
meninggalkan Anda.
Ingatlah untuk memberikan pelukan yang hangat pada
orang di samping Anda, karena itulah hal berharga yang dapat Anda
berikan
dengan sepenuh hati tanpa harus mengeluarkan biaya.
Ingatlah untuk berkata, "Aku menyayangimu" pada pasangan Anda dan
orang-orang yang kamu kasihi dengan tulus. Katakanlah itu dengan
sepenuh hati dan arti. Sebuah kecupan dan pelukan akan mengobati
hati yang luka ketika ia datang dari lubuk hati Anda.
Ingatlah untuk menggenggam tangan dan menikmati saat-saat
bersamanya, karena suatu saat ia tak akan ada bersama Anda lagi.
Berikan waktu Anda untuk mengasihi, mencintai, berikan waktumu untuk
berkata-kata, dan berikan waktu Anda untuk membagikan pikiran-
pikiran yang berharga.
Hidup tidak diukur dengan jumlah hembusan nafas yang kita ambil,
Tetapi hidup diukur oleh saat-saat terakhir hembusan nafas kita
Kita memiliki gedung-gedung
yang lebih tinggi, tetapi semakin rendah ketahanan kita akan amarah.
Kita membangun banyak jalan-jalan yang besar, tapi wawasan kita
semakin sempit.
Kita banyak menghabiskan uang, tapi semakin sedikit apa yang kita
punya.
Banyak membeli, tetapi semakin sedikit yang bisa kita nikmati.
Rumah-rumah kita bertambah besar, akan tetapi keluarga kita
semakin kecil.
Rumah yang semakin nyaman, akan tetapi semakin sedikit
waktu yang kita miliki untuk menikmatinya.
Kita memiliki semakin banyak
gelar, tetapi semakin sempit akal, semakin banyak pengetahuan--tetapi
semakin sedikit penilaian akan yang baik dan salah.
Semakin banyak ahli,akan tetapi semakin banyak pula masalah, semakin
banyak ditemukan obat, tetapi semakin berkurang kesehatan.
Kita terlalu banyak minum, terlalu banyak merokok, ceroboh, terlalu
jarang tertawa, mengemudi terlalu cepat, semakin kerap marah, susah
tidur, bangun dalam keadaan yang terlalu penat, terlalu sedikit
membaca, terlalu banyak menonton televisi, dan angat jarang
berdoa.
Kita telah melipatgandakan keinginan, akan tetapi mengurangi
nilai-nilai diri kita.
Terlalu banyak berbicara, terlalu sedikit mencinta
dan terlalu sering membenci.
Kita telah belajar bagaimana mencari nafkah,
tapi tidak mencari hidup.
Kita telah mampu menambahkan tahun-tahun dalam
kehidupan kita, tetapi gagal membawa kehidupan dalam tahun-tahun
hidup kita.
Kita telah mampu ulang-alik ke Bulan, tapi bermasalah untuk
menyeberang jalan menyapa tetangga kita.
Kita telah menaklukkan ruang angkasa, tapi tidak mampu menaklukkan
diri.
Kita telah melakukan hal-hal yang lebih besar, tetapi gagal
melakukan hal-hal yang lebih baik.
Kita telah membersihkan udara, tetapi jiwa kita penuh polusi.
Kita telah menaklukkan atom, akan tetapi tidak mampu menaklukkan
prasangka buruk.
Kita banyak menulis, tetapi sedikit belajar.
Kita banyak berencana, tetapi sedikit menggapai.
Kita belajar untuk mengejar, tetapi tidak menunggu.
Kita membuat banyak komputer untuk menampung informasi,
untuk menghasilkan lebih banyak penggandaan, tetapi kita semakin
sedikit berkomunikasi.
Inilah zaman-nya makanan cepat saji dan pencernaan yang lambat,
manusia-manusia yang lebih besar fisiknya, tapi kerdil karakternya.
Keuntungan yang menanjak dan relasi yang rapuh.
Inilah masa pendapatan yang berganda tetapi perceraian bertambah.
Rumah-rumah yang semakin elok, tetapi keluarga yang berantakan.
Inilah kalanya perjalanan yang semakin singkat, pakaian sekali
pakai, moralitas yang terbuang, hubungan satu malam, kelebihan berat
badan, dan pil-pil yang dapat melakukan segalanya; membuat gembira,
menenangkan dan sekaligus, membunuh!
Inilah waktunya ketika banyak hal yang dipamerkan dan semakin sedikit
yang disimpan.
Zaman teknologi yang dapat membawa surat ini kepada Anda,
dan waktu yang memberikan pilihan pada Anda untuk membagikan
perenungan ini, atau justru menghapusnya.
Ingatlah untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang
yang Anda kasihi, karena mereka tidak akan berada di sisi Anda
selamanya.
Ingatlah untuk berkata-kata yang baik pada orang
yang mengagumi Anda, karena ia suatu saat akan bertambah besar dan
meninggalkan Anda.
Ingatlah untuk memberikan pelukan yang hangat pada
orang di samping Anda, karena itulah hal berharga yang dapat Anda
berikan
dengan sepenuh hati tanpa harus mengeluarkan biaya.
Ingatlah untuk berkata, "Aku menyayangimu" pada pasangan Anda dan
orang-orang yang kamu kasihi dengan tulus. Katakanlah itu dengan
sepenuh hati dan arti. Sebuah kecupan dan pelukan akan mengobati
hati yang luka ketika ia datang dari lubuk hati Anda.
Ingatlah untuk menggenggam tangan dan menikmati saat-saat
bersamanya, karena suatu saat ia tak akan ada bersama Anda lagi.
Berikan waktu Anda untuk mengasihi, mencintai, berikan waktumu untuk
berkata-kata, dan berikan waktu Anda untuk membagikan pikiran-
pikiran yang berharga.
Hidup tidak diukur dengan jumlah hembusan nafas yang kita ambil,
Tetapi hidup diukur oleh saat-saat terakhir hembusan nafas kita
7 Tahun Merubah Segalanya
Perjamuan terakhir (The Last Supper) dilukis oleh Leonardo da
Vinci, seorang seniman dan Ilmuwan Italia, atas pesanan gereja Roma
Katolik pada saat itu. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
lukisan ini adalah tujuh tahun. Lukisan ini menggambarkan 12 rasul
dan Kristus sendiri sebagai pribadi yang hidup. Model pribadi Yesus
dilukis untuk pertama kali, dari semua model dalam lukisan tersebut.
Para ahli meyakini bahwa ini adalah untuk pertama kalinya figur
Yesus dilukis, yang menjadi patokan dari semua lukisan dan figur
Yesus sampai saat ini
Saat da Vinci memulai proyek besar ini, ia mulai membuka pendaftaran
bagi orang yang ingin menjadi model bagi figur Yesus. Ribuan orang
muda mendaftar, dan dengan teliti dan hati-hati da Vinci
mewawancarai setiap orang, dan meneliti karakternya. Syarat utama
seorang figur Yesus adalah, orang tersebut menggambarkan kepribadian
Yesus, wajah yang indah, lembut namun berwibawa, lugu dan inocent,
tanpa ada bekas luka, atau tanda-tanda orang berdosa.
Akhirnya setelah berbulan-bulan pencaharian, seorang muda berusia 19
tahun terpilih, sebagai model yang menggambarkan sang Kristus.
Selama 6 bulan da Vinci bekerja keras untuk mewujudkan karakter
utama dalam lukisan terkenal itu, sang Yesus Kristus. Yang kini
menjadi patokan model dalam semua lukisan Yesus Tuhan.
Setelah meyelesaikan karakter utama, da Vinci melanjutkan
penelitannya terhadap 12 rasul selama 6 tahun, untuk mewujudkannya
dalam gambar. Satu persatu orang-orang terpilih untuk mewakili
secara pas karakter dari 11 rasul yang ada. Sekarang tinggal rasul
terakhir Yudas Iskariot yang tersisa, sebagai akhir dari karya
besarnya. Sebuah karakter yang telah menghianati Tuhannya, dengan
seharga kira-kira 100 ribu dalam rupiah kita.
Berminggu-minggu da Vinci mencari seseorang yang berwajah keras,
culas, munafik, dan penuh kejahatan, yang akan mewakili rasul
terakhir ini, sebagai tafsirannya terhadap karakter Yudas. Sebuah
karakter yang akan mudah mengkhianati teman baiknya.
Setelah mengalami banyak pengalaman yang tidak mengenakan dalam
pencahariannya (karena da Vinci mencari di penjara-penjara, dan
tempat-tempat gelap yang terkenal jahat). Akhirnya datang kabar pada
da Vinci, bahwa ada seseorang yang sesuai dengan spesifikasinya.
Seorang penjahat besar yang ada di penjara Roma, yang akan segera
dihukum mati karena banyak pembunuhan dan kekejian yang dilakukannya.
Dengan pengaruhnya di gereja Roma Katolik, da Vinci berhasil menunda
eksekusi orang tersebut, dan segera ia memulai perjalanannya ke Roma
untuk menjemput orang tersebut. Setibanya di penjara Roma, da Vinci
segera melepaskan orang tersebut, dan membawanya keluar dari gelap
ketempat yang diterangi silaunya matahari.
Da Vinci memperhatikan dengan seksama orang tersebut, seorang yang
sangat cocok dengan karakter yang akan digambarnya. Wajahnya penuh
kejahatan, keculasan, kelicikan dan pengkhianatan. Wajahnya yang
tertunduk ditutupi rambutnya menyembunyikan kemunafikan. Akhirnya
selesailah pencaharian da Vinci.
Dengan ijin khusus dari Kaisar, sang tahanan dibawa ke Milan dengan
penjagaan tentara yang ketat, dimana lukisan itu dibuat. Sang
tahanan duduk didepan da Vinci selama berbulan-bulan, untuk dilukis.
Pada saat-saat terakhir lukisannya hampir selesai, da Vinci
memperhatikan perubahan wajah pada karakter orang tersebut. Rupanya
selama berbulan-bulan duduk diam didepan da Vinci, orang itu
merenung, dan saat tersebut orang itu menangis. Sang model Yudas
menangis menjadi-jadi didepan da Vinci.
Awalnya Da Vinci, kesal dengan yang dilakukan sang model, karena
merusak karakter yang akan digambarkannya menjadi cengeng. Namun da
Vinci kemudian menjadi keheranan akan sikap orang yang seharusnya
penuh dengan kejahatan tersebut. Sebuah karakter yang keras penuh
kejahatan, kenapa melembek seperti itu, tanya da Vinci dalam hati.
Da Vinci bertanya apa sebabnya orang tersebut menangis ? Sambil
tersedu-sedu sang model menjawab;
"Tuan...., saya menangis karena tuan telah lupa kepada saya. Dan
betapa dalamnya saya telah jatuhnya"
Walaupun ia kini menjadi merasa mengenalnya, namun saat itu da Vinci
tidak mengerti maksud orang tersebut.
Setelah orang itu telah menjalankan tugasnya sebagai model, sang
figur Yudas pulang kembali ke Roma untuk menjalankan hukumannya.
Namun peristiwa sang model menjadi begitu berubah menjadi cengeng,
dan ia kini merasa sangat familiar dengan wajah orang tersebut.
Dalam waktu beberapa lama da Vinci terus berusaha mengingat-ingat,
dimanakah ia mengenal orang tersebut, dan siapakah dia ? Da Vinci
baru mengingatnya dan terkejut, saat ia sedang memandang dalam -
dalam dan menikmati maha karya lukisan hasil pekerjaannya.
Da Vinci baru teringat bahwa model Yudas tersebut adalah orang yang
sama, sebagai model pertamanya dan sebagai karakter utama
lukisannya. Yang dilukisnya tujuh tahun yang lalu !
Vinci, seorang seniman dan Ilmuwan Italia, atas pesanan gereja Roma
Katolik pada saat itu. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
lukisan ini adalah tujuh tahun. Lukisan ini menggambarkan 12 rasul
dan Kristus sendiri sebagai pribadi yang hidup. Model pribadi Yesus
dilukis untuk pertama kali, dari semua model dalam lukisan tersebut.
Para ahli meyakini bahwa ini adalah untuk pertama kalinya figur
Yesus dilukis, yang menjadi patokan dari semua lukisan dan figur
Yesus sampai saat ini
Saat da Vinci memulai proyek besar ini, ia mulai membuka pendaftaran
bagi orang yang ingin menjadi model bagi figur Yesus. Ribuan orang
muda mendaftar, dan dengan teliti dan hati-hati da Vinci
mewawancarai setiap orang, dan meneliti karakternya. Syarat utama
seorang figur Yesus adalah, orang tersebut menggambarkan kepribadian
Yesus, wajah yang indah, lembut namun berwibawa, lugu dan inocent,
tanpa ada bekas luka, atau tanda-tanda orang berdosa.
Akhirnya setelah berbulan-bulan pencaharian, seorang muda berusia 19
tahun terpilih, sebagai model yang menggambarkan sang Kristus.
Selama 6 bulan da Vinci bekerja keras untuk mewujudkan karakter
utama dalam lukisan terkenal itu, sang Yesus Kristus. Yang kini
menjadi patokan model dalam semua lukisan Yesus Tuhan.
Setelah meyelesaikan karakter utama, da Vinci melanjutkan
penelitannya terhadap 12 rasul selama 6 tahun, untuk mewujudkannya
dalam gambar. Satu persatu orang-orang terpilih untuk mewakili
secara pas karakter dari 11 rasul yang ada. Sekarang tinggal rasul
terakhir Yudas Iskariot yang tersisa, sebagai akhir dari karya
besarnya. Sebuah karakter yang telah menghianati Tuhannya, dengan
seharga kira-kira 100 ribu dalam rupiah kita.
Berminggu-minggu da Vinci mencari seseorang yang berwajah keras,
culas, munafik, dan penuh kejahatan, yang akan mewakili rasul
terakhir ini, sebagai tafsirannya terhadap karakter Yudas. Sebuah
karakter yang akan mudah mengkhianati teman baiknya.
Setelah mengalami banyak pengalaman yang tidak mengenakan dalam
pencahariannya (karena da Vinci mencari di penjara-penjara, dan
tempat-tempat gelap yang terkenal jahat). Akhirnya datang kabar pada
da Vinci, bahwa ada seseorang yang sesuai dengan spesifikasinya.
Seorang penjahat besar yang ada di penjara Roma, yang akan segera
dihukum mati karena banyak pembunuhan dan kekejian yang dilakukannya.
Dengan pengaruhnya di gereja Roma Katolik, da Vinci berhasil menunda
eksekusi orang tersebut, dan segera ia memulai perjalanannya ke Roma
untuk menjemput orang tersebut. Setibanya di penjara Roma, da Vinci
segera melepaskan orang tersebut, dan membawanya keluar dari gelap
ketempat yang diterangi silaunya matahari.
Da Vinci memperhatikan dengan seksama orang tersebut, seorang yang
sangat cocok dengan karakter yang akan digambarnya. Wajahnya penuh
kejahatan, keculasan, kelicikan dan pengkhianatan. Wajahnya yang
tertunduk ditutupi rambutnya menyembunyikan kemunafikan. Akhirnya
selesailah pencaharian da Vinci.
Dengan ijin khusus dari Kaisar, sang tahanan dibawa ke Milan dengan
penjagaan tentara yang ketat, dimana lukisan itu dibuat. Sang
tahanan duduk didepan da Vinci selama berbulan-bulan, untuk dilukis.
Pada saat-saat terakhir lukisannya hampir selesai, da Vinci
memperhatikan perubahan wajah pada karakter orang tersebut. Rupanya
selama berbulan-bulan duduk diam didepan da Vinci, orang itu
merenung, dan saat tersebut orang itu menangis. Sang model Yudas
menangis menjadi-jadi didepan da Vinci.
Awalnya Da Vinci, kesal dengan yang dilakukan sang model, karena
merusak karakter yang akan digambarkannya menjadi cengeng. Namun da
Vinci kemudian menjadi keheranan akan sikap orang yang seharusnya
penuh dengan kejahatan tersebut. Sebuah karakter yang keras penuh
kejahatan, kenapa melembek seperti itu, tanya da Vinci dalam hati.
Da Vinci bertanya apa sebabnya orang tersebut menangis ? Sambil
tersedu-sedu sang model menjawab;
"Tuan...., saya menangis karena tuan telah lupa kepada saya. Dan
betapa dalamnya saya telah jatuhnya"
Walaupun ia kini menjadi merasa mengenalnya, namun saat itu da Vinci
tidak mengerti maksud orang tersebut.
Setelah orang itu telah menjalankan tugasnya sebagai model, sang
figur Yudas pulang kembali ke Roma untuk menjalankan hukumannya.
Namun peristiwa sang model menjadi begitu berubah menjadi cengeng,
dan ia kini merasa sangat familiar dengan wajah orang tersebut.
Dalam waktu beberapa lama da Vinci terus berusaha mengingat-ingat,
dimanakah ia mengenal orang tersebut, dan siapakah dia ? Da Vinci
baru mengingatnya dan terkejut, saat ia sedang memandang dalam -
dalam dan menikmati maha karya lukisan hasil pekerjaannya.
Da Vinci baru teringat bahwa model Yudas tersebut adalah orang yang
sama, sebagai model pertamanya dan sebagai karakter utama
lukisannya. Yang dilukisnya tujuh tahun yang lalu !
Sunday, August 5, 2007
7 hal..
7 Hal yang Tidak Bisa Kita Ubah Dalam Hidup
Dalam kehidupan ini kita selalu ingin menjadi yang terbaik sehingga
kita lupa batasan apa saja yang dapat kita tembus atau dengan kata
lain sesuatu yang bagai mana sih yang dapat kita ubah dan apa saja
yang tidak dapat kita ubah....
1. Jenis kelamin
Memang ada operasi untuk mengubah kelamin. Tapi tidak bisa mengubah
roh (spirit) orang yang bersangkutan. Terimalah dirimu, apakan
engkau wanita ataupun pria. Act like woman / man!!
2. Orang tua
Tidak ada yang bisa memilih dilahirkan oleh orang tua yang mana. So,
you must respect your parents!! Apakah orang tuamu seorang (maaf...)
pemabuk, penjudi, pelacur sekalipun, you must respect them!! Kalau
tidak, itu akan terjadi dalam kehidupanmu nanti. Your kids won't
respect you, is it terrible?
3. Hari kelahiran
Sudah ditetapkan oleh Tuhan, sebelum dunia dijadikan. Amazing ha?
But it's true. Jangan menyesali, mengapa engkau harus lahir ke dunia
tapi disia-siakan oleh orang yang kau kasihi. Tuhan punya tujuan
untukmu.
4. Bentuk Fisik
Kalau engkau keriting, yah keriting aja. Kalau hidungmu pesek,
terima itu. Saya banyak melihat orang yang mengubah bentuk wajahnya,
apakah itu memancungkan hidung, alis matanya dicukur habis, dll,
jadi kelihatan aneh dan tidak natural.
5. Masa lalu
Ini juga sudah ditetapkan oleh Tuhan. Jangan melihat ke belakang,
karena itu hanya membuat engkau "frozen" - can not do anything! Look
to the future and see how good it is.
6. Kedudukan dalam keluarga
Apakah engkau anak bungsu, sulung, atau tengah, you can not change
it. Nikmati sajalah.
7. Suku bangsa / ras
Menyesal jadi orang Indonesia yang terus menerus dilanda kesulitan?
Atau menyesal jadi orang Batak yang kalau menikah perlu upacara adat
yang walahhhh mahal dan lama? Atau jadi orang Cina yang suka
ditindas dan diintimidasi? hmmm.....
Nah, sekarang ubah cara berpikirmu. Tuhan sudah menetapkan engkau di
bangsa ini untuk satu tujuan. So, do the best in your job, loyal,
jangan korupsi, itu sudah menolong untuk memperbaiki bangsa kita ini.
Itulah 7 hal yang tidak bisa kita ubah. Kalaupun ada yang kita bisa
ubah, misalnya: bentuk fisik, itu akan membawa kita ke dalam situasi
yang tidak pernah puas. Selalu ingin ubah penampilan terus. Capek
kan? Terimalah dirimu apa adanya, seperti Tuhan menerimamu.
Memang dunia melihat rupa, tapi Tuhan melihat hati. Apa yang kau
lakukan setiap hari itu lebih penting dari penampilanmu. Bukan
berarti kau bisa berpenampilan seenaknya, tidak!! Tapi engkau harus
menerima apa yang sudah Tuhan berikan padamu. Kulitmu yang hitam
(manis), hidungmu yang kurang mancung, rambut yang lurus, urang
tinggi, dll, dsb deh.
*"Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan,
kehormatan dan kehidupan"**
Dalam kehidupan ini kita selalu ingin menjadi yang terbaik sehingga
kita lupa batasan apa saja yang dapat kita tembus atau dengan kata
lain sesuatu yang bagai mana sih yang dapat kita ubah dan apa saja
yang tidak dapat kita ubah....
1. Jenis kelamin
Memang ada operasi untuk mengubah kelamin. Tapi tidak bisa mengubah
roh (spirit) orang yang bersangkutan. Terimalah dirimu, apakan
engkau wanita ataupun pria. Act like woman / man!!
2. Orang tua
Tidak ada yang bisa memilih dilahirkan oleh orang tua yang mana. So,
you must respect your parents!! Apakah orang tuamu seorang (maaf...)
pemabuk, penjudi, pelacur sekalipun, you must respect them!! Kalau
tidak, itu akan terjadi dalam kehidupanmu nanti. Your kids won't
respect you, is it terrible?
3. Hari kelahiran
Sudah ditetapkan oleh Tuhan, sebelum dunia dijadikan. Amazing ha?
But it's true. Jangan menyesali, mengapa engkau harus lahir ke dunia
tapi disia-siakan oleh orang yang kau kasihi. Tuhan punya tujuan
untukmu.
4. Bentuk Fisik
Kalau engkau keriting, yah keriting aja. Kalau hidungmu pesek,
terima itu. Saya banyak melihat orang yang mengubah bentuk wajahnya,
apakah itu memancungkan hidung, alis matanya dicukur habis, dll,
jadi kelihatan aneh dan tidak natural.
5. Masa lalu
Ini juga sudah ditetapkan oleh Tuhan. Jangan melihat ke belakang,
karena itu hanya membuat engkau "frozen" - can not do anything! Look
to the future and see how good it is.
6. Kedudukan dalam keluarga
Apakah engkau anak bungsu, sulung, atau tengah, you can not change
it. Nikmati sajalah.
7. Suku bangsa / ras
Menyesal jadi orang Indonesia yang terus menerus dilanda kesulitan?
Atau menyesal jadi orang Batak yang kalau menikah perlu upacara adat
yang walahhhh mahal dan lama? Atau jadi orang Cina yang suka
ditindas dan diintimidasi? hmmm.....
Nah, sekarang ubah cara berpikirmu. Tuhan sudah menetapkan engkau di
bangsa ini untuk satu tujuan. So, do the best in your job, loyal,
jangan korupsi, itu sudah menolong untuk memperbaiki bangsa kita ini.
Itulah 7 hal yang tidak bisa kita ubah. Kalaupun ada yang kita bisa
ubah, misalnya: bentuk fisik, itu akan membawa kita ke dalam situasi
yang tidak pernah puas. Selalu ingin ubah penampilan terus. Capek
kan? Terimalah dirimu apa adanya, seperti Tuhan menerimamu.
Memang dunia melihat rupa, tapi Tuhan melihat hati. Apa yang kau
lakukan setiap hari itu lebih penting dari penampilanmu. Bukan
berarti kau bisa berpenampilan seenaknya, tidak!! Tapi engkau harus
menerima apa yang sudah Tuhan berikan padamu. Kulitmu yang hitam
(manis), hidungmu yang kurang mancung, rambut yang lurus, urang
tinggi, dll, dsb deh.
*"Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan,
kehormatan dan kehidupan"**
Kisah Beruang Besar
mengapa beruang bertubuh besar??
Seekor beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dengan sabar di
tepi sungai deras, waktu itu memang tidak sedang musim ikan. Sejak pagi ia
berdiri disana mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air. Namun, tak satu
juga ikan yang berhasil ia tangkap. Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya..
hup .. ia dapat menangkap seekor ikan kecil.
Ikan yang tertangkap menjerit-jerit ketakutan, si ikan kecil itu meratap
pada sang beruang, "Wahai beruang, tolong lepaskan aku."
"Mengapa ?: tanya beruang.
"Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan bisa lolos lewat
celah-celah gigimu," rintih sang ikan.
" Lalu kenapa?" tanya beruang lagi.
"Begini saja, tolong kembalikan aku ke sungai, setelah beberapa bulan aku
akan tumbuh menjadi ikan yang besar, di saat itu kau bisa menangkapku dan
memakanku untuk memenuhi seleramu." kata ikan.
"Wahai ikan, kau tahu kenapa aku bisa tumbuh begitu besar?" tanya beruang
"Mengapa," ikan balas bertanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Karena aku tidak pernah menyerah walau sekecil apapun keberuntungan yang
telah tergenggam di tangan !" jawab beruang sambil tersenyum mantap.
"Ops !" teriak sang ikan
Dalam hidup, kita diberi banyak pilihan dan kesempatan. Namun jika kita
tidak mau membuka hati dan mata kita untuk melihat dan menerima kesempatan
yang Tuahn berikan maka kesemapatan itu akan hilang begitu saja. Dan hal ini
hanya akan menciptakan penyesalan yang tiada guna di kemudian hari, saat
kita harus berucap :"Ohhhh... andaikan aku tidak menyia2kan kesempatan itu
dulu ..!!!?.
Maka bijaksanalah pada hidup, hargai setiap detil kesempatan dalam hidup
kita. Disaat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan; disaat
sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan; di saat jatuh
selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali; dan dalam kondisi terburukpun
selalu ada kesempatan untuk meraih kesempatan untuk meraih kembali yang
terbaik untuk hidup kita.
Bila kita setia pada perkara yang kecil maka kita akan mendapat perkara yang
besar. Bila kita menghargai kesempatan yang kecil, maka ia akan menjadi
kempatan yang besar.
Seekor beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dengan sabar di
tepi sungai deras, waktu itu memang tidak sedang musim ikan. Sejak pagi ia
berdiri disana mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air. Namun, tak satu
juga ikan yang berhasil ia tangkap. Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya..
hup .. ia dapat menangkap seekor ikan kecil.
Ikan yang tertangkap menjerit-jerit ketakutan, si ikan kecil itu meratap
pada sang beruang, "Wahai beruang, tolong lepaskan aku."
"Mengapa ?: tanya beruang.
"Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan bisa lolos lewat
celah-celah gigimu," rintih sang ikan.
" Lalu kenapa?" tanya beruang lagi.
"Begini saja, tolong kembalikan aku ke sungai, setelah beberapa bulan aku
akan tumbuh menjadi ikan yang besar, di saat itu kau bisa menangkapku dan
memakanku untuk memenuhi seleramu." kata ikan.
"Wahai ikan, kau tahu kenapa aku bisa tumbuh begitu besar?" tanya beruang
"Mengapa," ikan balas bertanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Karena aku tidak pernah menyerah walau sekecil apapun keberuntungan yang
telah tergenggam di tangan !" jawab beruang sambil tersenyum mantap.
"Ops !" teriak sang ikan
Dalam hidup, kita diberi banyak pilihan dan kesempatan. Namun jika kita
tidak mau membuka hati dan mata kita untuk melihat dan menerima kesempatan
yang Tuahn berikan maka kesemapatan itu akan hilang begitu saja. Dan hal ini
hanya akan menciptakan penyesalan yang tiada guna di kemudian hari, saat
kita harus berucap :"Ohhhh... andaikan aku tidak menyia2kan kesempatan itu
dulu ..!!!?.
Maka bijaksanalah pada hidup, hargai setiap detil kesempatan dalam hidup
kita. Disaat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan; disaat
sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan; di saat jatuh
selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali; dan dalam kondisi terburukpun
selalu ada kesempatan untuk meraih kesempatan untuk meraih kembali yang
terbaik untuk hidup kita.
Bila kita setia pada perkara yang kecil maka kita akan mendapat perkara yang
besar. Bila kita menghargai kesempatan yang kecil, maka ia akan menjadi
kempatan yang besar.
Kisah Kadal
This is a true story that happened in Japan.
Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang.
In order to renovate the house, someone in Japan tear open the wall.
Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan
tembok.
Japanese houses normally have a hollow space between the wooden
walls.
Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang
terbuat dari kayu.
When tearing down the walls, he found that there was a lizard
stucked there because a nail from outside hammered into one of its
feet.
Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap
diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku.
He sees this, feels pity and at the same time curious, as when he
checked the nail, it was nailed 10 years ago when the house was
first built.
Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek
paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu
ketika rumah itu pertama kali dibangun.
What happened? The lizard has survived in such position for 10
years!?!!
In a dark wall partition for 10 years without moving,it is
impossible and mind boggling.
Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi
terperangkap selama 10 tahun??? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun,
tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan
tidak masuk akal.
Then he wondered, how this lizard survived for 10 years without
moving a single step - since its feet was nailed!
Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup
selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat
pada paku itu!
So, he stopped his work and observed the lizard,what has it been
doing and what has it been eating? Later, don't know from where
appears another lizard,with food in its mouth... AHHH!
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal
itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat
bertahan. kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain
muncul dengan makanan di mulutnya....AHHHH!
He was stunned and touched deeply. For the lizard that was stucked
by nail, another lizard has been feeding it for the past 10
years...*sob*
Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal
lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10
tahun.
Such a love, such a beautiful love!!
Such love happened even on this tiny creature. What can love do?
It can do wonders!! Love can do miracles!!
Sungguh ini sebuah cinta...cinta yang indah. Cinta dapat terjadi
bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. apa yang
dapat dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.
Imagine it has been doing it for a tiredsome 10 yrs, without giving
up hope on its partner. Imagine what a small creature can do that a
creature blessed with the brilliant mind can't.
Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti
memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. bayangkan bagaimana hewan
yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.
I am touched when I heard this story.
And started wondering the relationship between them:
family, friends, lovers, brothers, sisters......
As the technology advances, our access to information become faster
and faster. But the distance between human beings, was it getting
closer as well?
NEVER ABANDON YOUR LOVED ONES.
Saya tersentuh ketika mendengar cerita ini. Lalu saya mulai berpikir
tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, kekasih,
saudara lelaki, saudara perempuan.....
Seiring dengan berkembangnya teknologi, akses kita untuk mendapatkan
informasi berkembang sangat cepat. Tapi tak peduli sejauh apa jarak
diantara kita, berusahalah semampumu untuk tetap dekat dengan orang-
orang
yang kita kasihi. JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG
ANDA KASIHI!!!
Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang.
In order to renovate the house, someone in Japan tear open the wall.
Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan
tembok.
Japanese houses normally have a hollow space between the wooden
walls.
Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang
terbuat dari kayu.
When tearing down the walls, he found that there was a lizard
stucked there because a nail from outside hammered into one of its
feet.
Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap
diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku.
He sees this, feels pity and at the same time curious, as when he
checked the nail, it was nailed 10 years ago when the house was
first built.
Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek
paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu
ketika rumah itu pertama kali dibangun.
What happened? The lizard has survived in such position for 10
years!?!!
In a dark wall partition for 10 years without moving,it is
impossible and mind boggling.
Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi
terperangkap selama 10 tahun??? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun,
tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan
tidak masuk akal.
Then he wondered, how this lizard survived for 10 years without
moving a single step - since its feet was nailed!
Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup
selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat
pada paku itu!
So, he stopped his work and observed the lizard,what has it been
doing and what has it been eating? Later, don't know from where
appears another lizard,with food in its mouth... AHHH!
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal
itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat
bertahan. kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain
muncul dengan makanan di mulutnya....AHHHH!
He was stunned and touched deeply. For the lizard that was stucked
by nail, another lizard has been feeding it for the past 10
years...*sob*
Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal
lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10
tahun.
Such a love, such a beautiful love!!
Such love happened even on this tiny creature. What can love do?
It can do wonders!! Love can do miracles!!
Sungguh ini sebuah cinta...cinta yang indah. Cinta dapat terjadi
bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. apa yang
dapat dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.
Imagine it has been doing it for a tiredsome 10 yrs, without giving
up hope on its partner. Imagine what a small creature can do that a
creature blessed with the brilliant mind can't.
Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti
memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. bayangkan bagaimana hewan
yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.
I am touched when I heard this story.
And started wondering the relationship between them:
family, friends, lovers, brothers, sisters......
As the technology advances, our access to information become faster
and faster. But the distance between human beings, was it getting
closer as well?
NEVER ABANDON YOUR LOVED ONES.
Saya tersentuh ketika mendengar cerita ini. Lalu saya mulai berpikir
tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, kekasih,
saudara lelaki, saudara perempuan.....
Seiring dengan berkembangnya teknologi, akses kita untuk mendapatkan
informasi berkembang sangat cepat. Tapi tak peduli sejauh apa jarak
diantara kita, berusahalah semampumu untuk tetap dekat dengan orang-
orang
yang kita kasihi. JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG
ANDA KASIHI!!!
Cinta Bicara..
Suatu Ketika, seorang wanita tampak sedih. Wajahnya kusut masai. Air
mukanya letih menahan tangis.
Rupanya, ia baru saja kehilangan anak tercintanya untuk selama-
lamanya.
Atas petunjuk orang didesa, ia menemui seorang tua bijak dipinggir
hutan. Mereka berkata, siapa tahu orang bijak itu dapat membantu menyelesaikan
permasalahan-permasalahannya. Karena rasa cinta kepada sang anak, ia berharap
agar segera dapat bertemu dengan orang bijak itu. Ditempuhlah perjalanan yang
jauh dengan bergegas. Sesampainya disana, ia bertanya, "Guru, apakah Anda
memiliki ramuan ajaib untuk mengembalikan anakku?"
Sang bijak tidak berusaha berargumentasi atau mengusir wanita itu karena
permintaan yang tidak masuk akal. Dia cuma bilang, "Carilah bunga merah dari
rumah yang tidak mengenal "kesedihan". Setelah menemukan benda itu, kita
sama-sama membuat ramuan ajaib untuk menghidupkan putramu." Selesai mendengan
itu, wanita tersebut segera berangkat mencari.
Dalam perjalanan, ia tampak bingung. Tak ada satu petunjukpun tentang dimana dan
bagaimana bentuk rumah itu. Hingga, ia tiba didepan rumah mewah. "Mungkin,
penghuni rumah itu tak pernah mengenal kesedihan,"ucap wanita itu dalam hati.
Setelah mengetuk pintu, ia berkata, "saya mencari rumah yang tidak pernah
mengalami kesedihan. Inikah tempatnya ?" Wajah sang wanita masih memperlihatkan
raut merana.
Dari dalam wajah, terlihat wajah yang tak kalah sedih. Pemilik rumah itu
menjawab, "Kamu datang kerumah yang salah." Pemilik rumah itu bercerita tentang
tragedi yang dialami keluarganya . Ia tak hanya kehilangan seorang anak, tapi
juga suami dan kedua orangtuanya karena kecelakaan. Sang wanita kecewa.
Namun, ia menjadi larut dengan cerita tuan rumah. Ia berfikir, "Siapa
yang bisa membantu orang yang nasibnya lebih malang dari saya ini?" Dia
memutuskan untuk tinggal disana dan menghibur pemilik rumah itu. Bberapa hari
lamanya, ia bersama wanita pemilik rumah itu, membantu menjalani hidup.
Beberapa minggu berlalu, wanita itupun merasa situan rumah sudah terlihat lebih
baik. Lalu, ia berangkat lagi mencari rumah berikutnya. Tetapi, kemanapun dia
pergi, selalu menemukan kesedihan.
Akhirnya, ia lagi-lagi terlibat upaya menghibur semua orang yang dikunjunginya.
Hingga, ia pun melupakan misinya. ************
Kita belajar makna cinta dari seorang ibu yang menyusui anaknya dalam
gendongan. Kedua belah tanggannya sibuk menisik selimut sang bayi. Dalam dadanya
tiada sesuatu selain ketulusan memberi atas nama cinta.
Kita belajar makna cinta dari seorang ayah yang membawa pulang sejumput padi dan
setuang air setelah seharian berterik-terik diladang. Dalam dadanya, tiada
sesuatuselain kegembiraan memberi atas nama cinta.
Karena cinta bukan hanya sekedar pelukan hangat, belaian lembut, atau
kata-kata penuh dayu. Kita belajar apa itu cinta dari apapun yang ada dimuka
bumi. Dari cahaya matahari. Dari sepasang merpati. Dari sujud dan tengadah doa.
Dari apapun!
Pada semua kelahiran yang tersambut dengan cinta, hingga kematian
yang terlarung dalam cinta, kita dalam hidup ini, tiada lain selain mewujudkan
cinta. Karena itu, tiada yang pantas kita lakukan selain atas nama cinta kita
yang teragung: cinta buat Yang Maha Agung, Allah SWT. Apapun
keputusan-NYA buat kita. cintalah yang mesti bicara....
mukanya letih menahan tangis.
Rupanya, ia baru saja kehilangan anak tercintanya untuk selama-
lamanya.
Atas petunjuk orang didesa, ia menemui seorang tua bijak dipinggir
hutan. Mereka berkata, siapa tahu orang bijak itu dapat membantu menyelesaikan
permasalahan-permasalahannya. Karena rasa cinta kepada sang anak, ia berharap
agar segera dapat bertemu dengan orang bijak itu. Ditempuhlah perjalanan yang
jauh dengan bergegas. Sesampainya disana, ia bertanya, "Guru, apakah Anda
memiliki ramuan ajaib untuk mengembalikan anakku?"
Sang bijak tidak berusaha berargumentasi atau mengusir wanita itu karena
permintaan yang tidak masuk akal. Dia cuma bilang, "Carilah bunga merah dari
rumah yang tidak mengenal "kesedihan". Setelah menemukan benda itu, kita
sama-sama membuat ramuan ajaib untuk menghidupkan putramu." Selesai mendengan
itu, wanita tersebut segera berangkat mencari.
Dalam perjalanan, ia tampak bingung. Tak ada satu petunjukpun tentang dimana dan
bagaimana bentuk rumah itu. Hingga, ia tiba didepan rumah mewah. "Mungkin,
penghuni rumah itu tak pernah mengenal kesedihan,"ucap wanita itu dalam hati.
Setelah mengetuk pintu, ia berkata, "saya mencari rumah yang tidak pernah
mengalami kesedihan. Inikah tempatnya ?" Wajah sang wanita masih memperlihatkan
raut merana.
Dari dalam wajah, terlihat wajah yang tak kalah sedih. Pemilik rumah itu
menjawab, "Kamu datang kerumah yang salah." Pemilik rumah itu bercerita tentang
tragedi yang dialami keluarganya . Ia tak hanya kehilangan seorang anak, tapi
juga suami dan kedua orangtuanya karena kecelakaan. Sang wanita kecewa.
Namun, ia menjadi larut dengan cerita tuan rumah. Ia berfikir, "Siapa
yang bisa membantu orang yang nasibnya lebih malang dari saya ini?" Dia
memutuskan untuk tinggal disana dan menghibur pemilik rumah itu. Bberapa hari
lamanya, ia bersama wanita pemilik rumah itu, membantu menjalani hidup.
Beberapa minggu berlalu, wanita itupun merasa situan rumah sudah terlihat lebih
baik. Lalu, ia berangkat lagi mencari rumah berikutnya. Tetapi, kemanapun dia
pergi, selalu menemukan kesedihan.
Akhirnya, ia lagi-lagi terlibat upaya menghibur semua orang yang dikunjunginya.
Hingga, ia pun melupakan misinya. ************
Kita belajar makna cinta dari seorang ibu yang menyusui anaknya dalam
gendongan. Kedua belah tanggannya sibuk menisik selimut sang bayi. Dalam dadanya
tiada sesuatu selain ketulusan memberi atas nama cinta.
Kita belajar makna cinta dari seorang ayah yang membawa pulang sejumput padi dan
setuang air setelah seharian berterik-terik diladang. Dalam dadanya, tiada
sesuatuselain kegembiraan memberi atas nama cinta.
Karena cinta bukan hanya sekedar pelukan hangat, belaian lembut, atau
kata-kata penuh dayu. Kita belajar apa itu cinta dari apapun yang ada dimuka
bumi. Dari cahaya matahari. Dari sepasang merpati. Dari sujud dan tengadah doa.
Dari apapun!
Pada semua kelahiran yang tersambut dengan cinta, hingga kematian
yang terlarung dalam cinta, kita dalam hidup ini, tiada lain selain mewujudkan
cinta. Karena itu, tiada yang pantas kita lakukan selain atas nama cinta kita
yang teragung: cinta buat Yang Maha Agung, Allah SWT. Apapun
keputusan-NYA buat kita. cintalah yang mesti bicara....
Thursday, August 2, 2007
Kekuatan Kata-kata
Mark Twain mengungkapkannya dengan sangat indah ketikamengatakan "Udara sangat dingin, sehingga jikatermometer ini lebih panjang satu inci saja, kita pastiakan mati membeku"Kita memang akan mati beku dalam kata2. Yang menjadipersoalan bukanlah suhu dingin yang ada diluar, tetapi termometer.Yang menjadi persoalan bukanlah realitas, tetapi kata-kata yang anda ucapkanpada diri anda mengenai realitas itu.Saya pernah mendengar cerita yang menarik mengenai seorangpetani di Finlandia. Ketika garis batas antara Finlandia dan Rusiasedang ditentukan, petani itu harus memutuskan apakah dia inginberada di Finlandia atau di Rusia. Setelah memikirkan cukup lama,dia memutuskan untuk berada di Finlandia, tetapi dia tidak ingin melukaiperasaan pejabat Rusia. Pejabat Rusia itu datang kepadanya dan bertanyamengapa dia ingin berada di Finlandia.Petani itu menjawab,"Sudah merupakan kerinduanku sejakdulu untuk tinggal ditanah tumpah darahku Rusia, tetapi pada usiaku yangsudah lanjut seperti ini, aku tidak dapat bertahan menghadapi musim dingin diRusia."Rusia dan Finlandia hanyalah kata-kata, konsep, tetapitidak demikian halnya bagi manusia, tidak bagi manusia yang gila, yangmenganggap kata-kata dan konsep itu sama dengan realitas. Kita hampir tidakpernah melihat realitas.Suatu saat seorang guru berusaha untuk menjelaskan kepadasekelompok orang bagaimana orang2 bereaksi terhadap kata2, menelan kata2,hidup dalam kata2, ketimbang dalam realitas.Salah seorang dari kelompok itu berdiri dan mengajukanprotes, dia berkata, "Saya tidak setuju dengan pendapat anda bahwakata2 mempunyai efek yang begitu besar terhadap diri kita."Guru itu berkata," Duduklah, ANAK HARAM."Muka orang itu menjadi pucat karena marah dan berkata,"Anda menyebut diri Anda sebagai orang yang sudah mengalami pencerahan,seorang guru, seorang yang bijaksana, tetapi seharusnya Anda malu dengan diriAnda sendiri."Kemudian Guru itu berkata, "Maafkan saya, saya terbawaperasaan. Saya benar2 mohon maaf, itu benar2 di luar kesadaran saya, saya mohonmaaf." Orang itu akhirnya menjadi tenang.Kemudian Guru berkata lagi,"HANYA DIPERLUKAN BEBERAPA KATAUNTUK MEMBANGKITKAN KEMARAHAN DALAM DIRIANDA; DAN HANYA DIPERLUKAN BEBERAPA KATA UNTUK MENENANGKANDIRI ANDA, BENAR BUKAN?"
Teladan Harimau
Ikutlah Teladan Harimau
Seorang yang sedang melewati hutan melihat seekor serigala yang sudahlumpuh keempat kakinya. Ia ingin tahu bagaimana serigala itu dapathidup terus. Lalu ia melihat seekor harimau datang dengan membawakijang hasil buruannya. Harimau itu makan sepuasnya dan meninggalkansisa bagi serigala.
Hari berikutnya Tuhan memberi makan serigala dengan perantaraanharimau yang sama. Orang itu pun mulai mengagumi kebaikan Tuhan yangbegitu besar dan berkata dalam hati, "Aku juga akan menganggur dirumah saja dengan kepercayaan penuh kepada Tuhan, karena Ia akanmencukupi segala kebutuhanku.
"Ia melaksanakan niatnya berhari-hari lamanya, tetapi tidak terjadiapa-apa. Ketika orang yang malang itu sudah hampir mati, terdengarlahSuara, "Hai engkau, orang yang sesat, bukalah matamu terhadapKebenaran! Ikutlah teladan harimau dan berhentilah meniru serigalayang lumpuh!"
Seorang yang sedang melewati hutan melihat seekor serigala yang sudahlumpuh keempat kakinya. Ia ingin tahu bagaimana serigala itu dapathidup terus. Lalu ia melihat seekor harimau datang dengan membawakijang hasil buruannya. Harimau itu makan sepuasnya dan meninggalkansisa bagi serigala.
Hari berikutnya Tuhan memberi makan serigala dengan perantaraanharimau yang sama. Orang itu pun mulai mengagumi kebaikan Tuhan yangbegitu besar dan berkata dalam hati, "Aku juga akan menganggur dirumah saja dengan kepercayaan penuh kepada Tuhan, karena Ia akanmencukupi segala kebutuhanku.
"Ia melaksanakan niatnya berhari-hari lamanya, tetapi tidak terjadiapa-apa. Ketika orang yang malang itu sudah hampir mati, terdengarlahSuara, "Hai engkau, orang yang sesat, bukalah matamu terhadapKebenaran! Ikutlah teladan harimau dan berhentilah meniru serigalayang lumpuh!"
Kekuatan Tekad
Kekuatan Tekad
Gedung sekolah desa yang kecil itu dipanasi oleh perapian batu barakuno yang berbentuk belanga. Seorang anak laki-laki kecil bertugasuntuk hadir pagi-pagi sekali di sekolah untuk menyalakan api sertamenghangatkan ruangan sebelum guru dan teman-temannya masuk.Pada suatu pagi gedung sekolah itu tertelan api. Anak laki-laki itupingsan dan ia pun ditarik keluar dari bangunan yang terbakar itu,dalam keadaan setengah mati dan bukannya setengah hidup. Ia mengalamiluka bakar yang parah di seluruh bagian bawah tubuhnya dan dibawa kerumah sakit daerah yang terdekat.Dari tempat tidurnya, si anak laki-laki yang terbakar secaramengerikan itu dalam keadaan setengah sadar sayup-sayup mendengardokter berbicara kepada ibunya. Dokter memberitahu bahwa anak itupasti akan mati, yang sesungguhnya merupakan hal yang terbaik,lantaran kebakaran hebat yang meluluhlantakkan bagian bawah tubuhnya.Namun anak pemberani itu tidak ingin mati. Ia meneguhkan tekadnyauntuk tetap bertahan hidup. Entah dengan cara bagaimana, hal yangmencengangkan dokter itu, ia terus hidup. Ketika bahaya maut ituberlalu, ia sekali lagi mendengar dokter dan ibunya berbicara denganpelan. Ibunya diberitahu bahwa karena kebakaran itu menghancurkanbegitu banyak daging di bawah tubuh anak itu, dapat dikatakan bahwaakan lebih baik jika ia mati, karena ia pasti akan lumpuh seumurhidup dan tak dapat memanfaatkan semua anggota tubuh bagian bawahnya.Sekali lagi si anak pemberani itu mengeraskan tekadnya. Ia tidak akanlumpuh. Ia akan berjalan. Tetapi celakanya, dari pinggang ke bawah,ia tidak memiliki kemampuan bergerak. Kaki-kakinya yang kurus hanyaterjuntai di sana, lengkap namun mati.Akhirnya ia keluar dari rumah sakit. Lalu setiap hari ibunya memijatkakinya yang kecil itu, namun di sana tidak ada rasa, tidak adakontrol, tidak ada apa pun. Namun niatnya untuk berjalan tetap sekuatdulu.Hari-harinya menjemukan. Bila tidak sedang berada di tempat tidur, iaterkurung di kursi roda. Pada suatu hari yang cerah ibunya mendorongkursi rodanya keluar menuju halaman agar ia dapat menghirup udarasegar. Hari itu, bukannya duduk terpaku di situ, ia melemparkan diridari kursi roda. Ia menyeret dirinya sendiri melintasi rerumputan,menarik kedua kakinya di belakang tubuhnya.Ia menyusuri jalannya menuju tiang pancang berwarna putih yangmembatasi bidang tanah mereka. Kemudian, sedikit demi sedikit, iamulai menyeret dirinya sendiri di sepanjang pagar itu, bertekad kerasuntuk berjalan. Ia mulai melakukan hal ini setiap hari sampai saat iamenggunakan jalan yang mulus di sekeliling halaman di sisi tiangpancang itu. Tak ada hal yang diinginkannya selain menghidupkan keduakakinya.Akhirnya melalui pijatan setiap hari, tekad bajanya dan keteguhanhatinya, ia benar-benar mengembangkan kemampuannya untuk berdiri,kemudian untuk berjalan tertatih-tatih, lalu untuk berjalan sendiri,dan kemudian untuk berlari.Ia mulai berjalan ke sekolah, kemudian berlari ke sekolah, berlaridemi kegembiraan besar yang diperolehnya dari berlari. Kemudian diuniversitas ia membentuk tim lari. Bahkan selanjutnya di MadisonSquare Garden pemuda yang diduga tidak bakal hidup itu, yang tidakpernah dapat berharap untuk bisa berlari.Pemuda yang keras hati ini, Dr. Glenn Cunningham, memecahkan rekordunia lari untuk jarak 1500 meter.
Gedung sekolah desa yang kecil itu dipanasi oleh perapian batu barakuno yang berbentuk belanga. Seorang anak laki-laki kecil bertugasuntuk hadir pagi-pagi sekali di sekolah untuk menyalakan api sertamenghangatkan ruangan sebelum guru dan teman-temannya masuk.Pada suatu pagi gedung sekolah itu tertelan api. Anak laki-laki itupingsan dan ia pun ditarik keluar dari bangunan yang terbakar itu,dalam keadaan setengah mati dan bukannya setengah hidup. Ia mengalamiluka bakar yang parah di seluruh bagian bawah tubuhnya dan dibawa kerumah sakit daerah yang terdekat.Dari tempat tidurnya, si anak laki-laki yang terbakar secaramengerikan itu dalam keadaan setengah sadar sayup-sayup mendengardokter berbicara kepada ibunya. Dokter memberitahu bahwa anak itupasti akan mati, yang sesungguhnya merupakan hal yang terbaik,lantaran kebakaran hebat yang meluluhlantakkan bagian bawah tubuhnya.Namun anak pemberani itu tidak ingin mati. Ia meneguhkan tekadnyauntuk tetap bertahan hidup. Entah dengan cara bagaimana, hal yangmencengangkan dokter itu, ia terus hidup. Ketika bahaya maut ituberlalu, ia sekali lagi mendengar dokter dan ibunya berbicara denganpelan. Ibunya diberitahu bahwa karena kebakaran itu menghancurkanbegitu banyak daging di bawah tubuh anak itu, dapat dikatakan bahwaakan lebih baik jika ia mati, karena ia pasti akan lumpuh seumurhidup dan tak dapat memanfaatkan semua anggota tubuh bagian bawahnya.Sekali lagi si anak pemberani itu mengeraskan tekadnya. Ia tidak akanlumpuh. Ia akan berjalan. Tetapi celakanya, dari pinggang ke bawah,ia tidak memiliki kemampuan bergerak. Kaki-kakinya yang kurus hanyaterjuntai di sana, lengkap namun mati.Akhirnya ia keluar dari rumah sakit. Lalu setiap hari ibunya memijatkakinya yang kecil itu, namun di sana tidak ada rasa, tidak adakontrol, tidak ada apa pun. Namun niatnya untuk berjalan tetap sekuatdulu.Hari-harinya menjemukan. Bila tidak sedang berada di tempat tidur, iaterkurung di kursi roda. Pada suatu hari yang cerah ibunya mendorongkursi rodanya keluar menuju halaman agar ia dapat menghirup udarasegar. Hari itu, bukannya duduk terpaku di situ, ia melemparkan diridari kursi roda. Ia menyeret dirinya sendiri melintasi rerumputan,menarik kedua kakinya di belakang tubuhnya.Ia menyusuri jalannya menuju tiang pancang berwarna putih yangmembatasi bidang tanah mereka. Kemudian, sedikit demi sedikit, iamulai menyeret dirinya sendiri di sepanjang pagar itu, bertekad kerasuntuk berjalan. Ia mulai melakukan hal ini setiap hari sampai saat iamenggunakan jalan yang mulus di sekeliling halaman di sisi tiangpancang itu. Tak ada hal yang diinginkannya selain menghidupkan keduakakinya.Akhirnya melalui pijatan setiap hari, tekad bajanya dan keteguhanhatinya, ia benar-benar mengembangkan kemampuannya untuk berdiri,kemudian untuk berjalan tertatih-tatih, lalu untuk berjalan sendiri,dan kemudian untuk berlari.Ia mulai berjalan ke sekolah, kemudian berlari ke sekolah, berlaridemi kegembiraan besar yang diperolehnya dari berlari. Kemudian diuniversitas ia membentuk tim lari. Bahkan selanjutnya di MadisonSquare Garden pemuda yang diduga tidak bakal hidup itu, yang tidakpernah dapat berharap untuk bisa berlari.Pemuda yang keras hati ini, Dr. Glenn Cunningham, memecahkan rekordunia lari untuk jarak 1500 meter.
Subscribe to:
Posts (Atom)