Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi.
Beliau berkata kepada sang sapi "Hari ini kuciptakan kau! Sebagai
sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja di bawah
terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun."
Sang Sapi keberatan "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun.
Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun"
Maka setujulah Tuhan.
Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet. "Hai monyet, hiburlah
manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!" Sang monyet menjawab
"What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa?
10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu"
Maka setujulah Tuhan.
Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. "Apa yang harus kau lakukan
adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus
menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!" Sang
anjing menolak : "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ? No
way.! Kukembalikan 10 tahun padamu".
Maka setujulah Tuhan.
Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia. Sabda Tuhan: "Tugasmu
adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan. Kau akan
menikmatinya. Akan kuberikan engkau umur sepanjang 25 tahun!"
Sang manusia keberatan, katanya "Menikmati kehidupan selama 20 tahun?
Itu terlalu pendek Tuhan. Let's make a deal. Karena sapi
mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun,
dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya
itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun.
Setuju ?"
Maka setujulah Tuhan.
AKIBATNYA..............................
Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan (kita
makan, tidur dan bersenang-senang)
30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi (kita
harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita.)
10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan
berperan sebagai monyet yang menghibur.
Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu,
dan menggonggong kepada orang yang lewat.
Thursday, September 6, 2007
Puisi Rendra
Nice Words from Rendra
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
Seolah ...
semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah ...
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja"
(WS Rendra).
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
Seolah ...
semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah ...
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja"
(WS Rendra).
Kekuatan Mahatma Gandhi
Kekuatan Tanpa Kekerasan
Pada tanggal 9 Juni ia memberikan ceramah di Universitas Puerto Rico
dan bercerita bagaimana memberikan contoh tanpa-kekerasan yang dapat
diterapkan di sebuah keluarga.
Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di
sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun
tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh di
pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua
saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota
untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.
Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk
menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan
kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan
daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya
untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti
memperbaiki mobil di bengkel.
Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, "Ayah tunggu kau
di sini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama."
Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan
oleh ayah saya.
Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan
dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam
menunjukkan pukul 17:30, langsung saya berlari menunju bengkel mobil
dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu
sudah hampir pukul 18:00.
Dengan gelisah ayah menanyai saya, "Kenapa kau terlambat?"
Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne
sehingga saya menjawab, "Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya
harus menunggu."
Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon
bengkel mobil itu.
Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong. Lalu ayah berkata, "Ada
sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki
keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum
kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki
sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik."
Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai
berjalan kaki pulang ke rumah.
Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata.
Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam,
saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat
penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena kebohongan yang bodoh
yang saya lakukan.
Sejak itu saja tidak pernah akan berbohong lagi.
Seringkali saya berpikir mengenai episode ini dan merasa heran.
Seandainya ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak
kita maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai
tanpa-kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman
itu dan melakukan hal yang sama lagi.
Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa-kekerasan yang sangat luar
biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin.
Itulah kekuatan tanpa-kekerasan.
Oleh: Dr. Arun Gandhi
Dari: The Power Of Nonviolence
Dr. Arun Gandhi adalah cucu Mahatma Gandhi dan pendiri Lembaga M.K.
Gandhi untuk Tanpa-Kekerasan.
Pada tanggal 9 Juni ia memberikan ceramah di Universitas Puerto Rico
dan bercerita bagaimana memberikan contoh tanpa-kekerasan yang dapat
diterapkan di sebuah keluarga.
Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di
sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun
tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh di
pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua
saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota
untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.
Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk
menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan
kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan
daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya
untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti
memperbaiki mobil di bengkel.
Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, "Ayah tunggu kau
di sini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama."
Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan
oleh ayah saya.
Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan
dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam
menunjukkan pukul 17:30, langsung saya berlari menunju bengkel mobil
dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu
sudah hampir pukul 18:00.
Dengan gelisah ayah menanyai saya, "Kenapa kau terlambat?"
Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne
sehingga saya menjawab, "Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya
harus menunggu."
Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon
bengkel mobil itu.
Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong. Lalu ayah berkata, "Ada
sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki
keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum
kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki
sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik."
Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai
berjalan kaki pulang ke rumah.
Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata.
Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam,
saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat
penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena kebohongan yang bodoh
yang saya lakukan.
Sejak itu saja tidak pernah akan berbohong lagi.
Seringkali saya berpikir mengenai episode ini dan merasa heran.
Seandainya ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak
kita maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai
tanpa-kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman
itu dan melakukan hal yang sama lagi.
Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa-kekerasan yang sangat luar
biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin.
Itulah kekuatan tanpa-kekerasan.
Oleh: Dr. Arun Gandhi
Dari: The Power Of Nonviolence
Dr. Arun Gandhi adalah cucu Mahatma Gandhi dan pendiri Lembaga M.K.
Gandhi untuk Tanpa-Kekerasan.
Tahukah Anda
1. cocacola dulu berwarna hijau
2. nama yang paling umum digunakan di dunia adalah Mohammed
3. dalam bahasa inggris, semua nama benua diawali dan diakhiri
dengan huruf vokal yang sama.
4. otot terkuat yang ada di badan kita adalah lidah.
5. setiap orang di USA punya 2 kartu kredit!
6. TYPEWRITER adalah kata terpanjang yang dapat diketik dalam satu
baris tuts keyboard anda
7. perempuan ngedip dua kali lebih banyak dari pada laki-laki.
8. menahan nafas tidak akan membuatmu mati.
9. setiap manusia tidak dapat menjilat siku tangannya sendiri.
10. kalau ada orang bilang 'bless you' setiap kali ada yang bersin
karena memang setiap kali kau bersin, jantungmu berhenti satu
milisecond.
11. secara fisik, setiap babi tidak bisa melihat ke langit.
12. ucapkan "sixth sick sheik's sixth sheep's sick" beberapa kali.
nanti anda akan mahir berbahasa inggris!
13. bersin terlalu keras dapat mematahkan tulang iga, memutuskan
pembuluh darah di kepala atau leher dan mengakibatkan kematian.
14. setiap raja dalam kartu remi melambangkan raja-raja besar jaman
dahulu kala:
raja sekop - raja daud
raja kriting - alexander agung
raja hati - raja charlemagne
raja wajik - julius caesar
15. 111,111,111 x 111,111,111 = 12,345,678,987,654,321
16. kalau ada patung orang naik kuda dan dua kaki depan kuda itu
naik di udara, itu tandanya orang itu mati dalam perang.
17. kalau kaki kudanya cuma satu yang diangkat berarti orang itu
cuma terluka dalam perang.
18. kalau semua kaki kudanya menjejak tanah, berarti orang itu
meninggal karena sakit.
19. apa persamaan rompi anti peluru, printer laser, tangga darurat
dan wiper mobil? jawabannya: semua ditemukan oleh perempuan! ha!
20. satu-satunya makanan yang tidak bisa busuk? jawaban : madu
21. buaya nggak bisa melet lidah.
22. siput bisa tidur selama 3 tahun
23. semua beruang kutub KIDAL!
24. American Airlines menghemat $40,000 tahun 1987 dengan cara
mengurangi 1 buah olive dari setiap piring salad yang mereka sajikan
untuk penumpang kelas 1.
25. indera perasa kupu-kupu ada di kaki
26. gajah adalah satu-satunya hewan yang tidak bisa lompat
27. selama 4000 tahun belakangan ini, jenis hewan yang dipelihara di
rumah cuma itu-itu saja.
28. rata-rata manusia lebih takut pada laba-laba daripada kematian.
29. shakespeare menemukan kata : "assassination" dan "bump"
30. dengan menggunakan cara mengetik 10 jari, STEWARDESSES adalah
kata terpanjang yang bisa diketik hanya dengan jari-jari tangan kiri.
31. semut selalu jatuh ke kanan setiap kali disemprot cairan anti
hama
32. kursi listrik ditemukan oleh seorang dokter gigi
33. jantung manusia dapat menyemprotkan darah sejauh 30 kaki.
34. dalam 18 bulan, 2 ekor tikus bisa punya lebih dari sejuta anak
tikus!
35. memakai headphone selama satu jam dapat menstimulasi
perkembangan bakteri dalam telinga sebanyak 700 kali lipat!
36. pemantik ditemukan sebelum korek api.
37. setiap lipstik mengandung sisik ikan.
38. seperti sidik jari, lidah manusia pun mempunyai kontur yang
berbeda-beda.
39. dan akhirnya, 99% orang yang baca tulisan ini pasti mencoba
menjilat siku tangannya.
2. nama yang paling umum digunakan di dunia adalah Mohammed
3. dalam bahasa inggris, semua nama benua diawali dan diakhiri
dengan huruf vokal yang sama.
4. otot terkuat yang ada di badan kita adalah lidah.
5. setiap orang di USA punya 2 kartu kredit!
6. TYPEWRITER adalah kata terpanjang yang dapat diketik dalam satu
baris tuts keyboard anda
7. perempuan ngedip dua kali lebih banyak dari pada laki-laki.
8. menahan nafas tidak akan membuatmu mati.
9. setiap manusia tidak dapat menjilat siku tangannya sendiri.
10. kalau ada orang bilang 'bless you' setiap kali ada yang bersin
karena memang setiap kali kau bersin, jantungmu berhenti satu
milisecond.
11. secara fisik, setiap babi tidak bisa melihat ke langit.
12. ucapkan "sixth sick sheik's sixth sheep's sick" beberapa kali.
nanti anda akan mahir berbahasa inggris!
13. bersin terlalu keras dapat mematahkan tulang iga, memutuskan
pembuluh darah di kepala atau leher dan mengakibatkan kematian.
14. setiap raja dalam kartu remi melambangkan raja-raja besar jaman
dahulu kala:
raja sekop - raja daud
raja kriting - alexander agung
raja hati - raja charlemagne
raja wajik - julius caesar
15. 111,111,111 x 111,111,111 = 12,345,678,987,654,321
16. kalau ada patung orang naik kuda dan dua kaki depan kuda itu
naik di udara, itu tandanya orang itu mati dalam perang.
17. kalau kaki kudanya cuma satu yang diangkat berarti orang itu
cuma terluka dalam perang.
18. kalau semua kaki kudanya menjejak tanah, berarti orang itu
meninggal karena sakit.
19. apa persamaan rompi anti peluru, printer laser, tangga darurat
dan wiper mobil? jawabannya: semua ditemukan oleh perempuan! ha!
20. satu-satunya makanan yang tidak bisa busuk? jawaban : madu
21. buaya nggak bisa melet lidah.
22. siput bisa tidur selama 3 tahun
23. semua beruang kutub KIDAL!
24. American Airlines menghemat $40,000 tahun 1987 dengan cara
mengurangi 1 buah olive dari setiap piring salad yang mereka sajikan
untuk penumpang kelas 1.
25. indera perasa kupu-kupu ada di kaki
26. gajah adalah satu-satunya hewan yang tidak bisa lompat
27. selama 4000 tahun belakangan ini, jenis hewan yang dipelihara di
rumah cuma itu-itu saja.
28. rata-rata manusia lebih takut pada laba-laba daripada kematian.
29. shakespeare menemukan kata : "assassination" dan "bump"
30. dengan menggunakan cara mengetik 10 jari, STEWARDESSES adalah
kata terpanjang yang bisa diketik hanya dengan jari-jari tangan kiri.
31. semut selalu jatuh ke kanan setiap kali disemprot cairan anti
hama
32. kursi listrik ditemukan oleh seorang dokter gigi
33. jantung manusia dapat menyemprotkan darah sejauh 30 kaki.
34. dalam 18 bulan, 2 ekor tikus bisa punya lebih dari sejuta anak
tikus!
35. memakai headphone selama satu jam dapat menstimulasi
perkembangan bakteri dalam telinga sebanyak 700 kali lipat!
36. pemantik ditemukan sebelum korek api.
37. setiap lipstik mengandung sisik ikan.
38. seperti sidik jari, lidah manusia pun mempunyai kontur yang
berbeda-beda.
39. dan akhirnya, 99% orang yang baca tulisan ini pasti mencoba
menjilat siku tangannya.
Kekuatan Mark Twain
Kekuatan Kata-kata
Mark Twain mengungkapkannya dengan sangat indah ketika
mengatakan "Udara sangat dingin, sehingga jika
termometer ini lebih panjang satu inci saja, kita pasti
akan mati membeku"
Kita memang akan mati beku dalam kata2. Yang menjadi
persoalan bukanlah suhu dingin yang ada diluar, tetapi termometer.
Yang menjadi persoalan bukanlah realitas, tetapi kata-kata yang anda ucapkan
pada diri anda mengenai realitas itu.
Saya pernah mendengar cerita yang menarik mengenai seorang
petani di Finlandia. Ketika garis batas antara Finlandia dan Rusia
sedang ditentukan, petani itu harus memutuskan apakah dia ingin
berada di Finlandia atau di Rusia. Setelah memikirkan cukup lama,
dia memutuskan untuk berada di Finlandia, tetapi dia tidak ingin melukai
perasaan pejabat Rusia. Pejabat Rusia itu datang kepadanya dan bertanya
mengapa dia ingin berada di Finlandia.
Petani itu menjawab,"Sudah merupakan kerinduanku sejak
dulu untuk tinggal ditanah tumpah darahku Rusia, tetapi pada usiaku yang
sudah lanjut seperti ini, aku tidak dapat bertahan menghadapi musim dingin di
Rusia."
Rusia dan Finlandia hanyalah kata-kata, konsep, tetapi
tidak demikian halnya bagi manusia, tidak bagi manusia yang gila, yang
menganggap kata-kata dan konsep itu sama dengan realitas. Kita hampir tidak
pernah melihat realitas.
Suatu saat seorang guru berusaha untuk menjelaskan kepada
sekelompok orang bagaimana orang2 bereaksi terhadap kata2, menelan kata2,
hidup dalam kata2, ketimbang dalam realitas.
Salah seorang dari kelompok itu berdiri dan mengajukan
protes, dia berkata, "Saya tidak setuju dengan pendapat anda bahwa
kata2 mempunyai efek yang begitu besar terhadap diri kita."
Guru itu berkata," Duduklah, ANAK HARAM."
Muka orang itu menjadi pucat karena marah dan berkata,"
Anda menyebut diri Anda sebagai orang yang sudah mengalami pencerahan,
seorang guru, seorang yang bijaksana, tetapi seharusnya Anda malu dengan diri
Anda sendiri."
Kemudian Guru itu berkata, "Maafkan saya, saya terbawa
perasaan. Saya benar2 mohon maaf, itu benar2 di luar kesadaran saya, saya mohon
maaf." Orang itu akhirnya menjadi tenang.
Kemudian Guru berkata lagi,"HANYA DIPERLUKAN BEBERAPA KATA
UNTUK MEMBANGKITKAN KEMARAHAN DALAM DIRI
ANDA; DAN HANYA DIPERLUKAN BEBERAPA KATA UNTUK MENENANGKAN
DIRI ANDA, BENAR BUKAN
Mark Twain mengungkapkannya dengan sangat indah ketika
mengatakan "Udara sangat dingin, sehingga jika
termometer ini lebih panjang satu inci saja, kita pasti
akan mati membeku"
Kita memang akan mati beku dalam kata2. Yang menjadi
persoalan bukanlah suhu dingin yang ada diluar, tetapi termometer.
Yang menjadi persoalan bukanlah realitas, tetapi kata-kata yang anda ucapkan
pada diri anda mengenai realitas itu.
Saya pernah mendengar cerita yang menarik mengenai seorang
petani di Finlandia. Ketika garis batas antara Finlandia dan Rusia
sedang ditentukan, petani itu harus memutuskan apakah dia ingin
berada di Finlandia atau di Rusia. Setelah memikirkan cukup lama,
dia memutuskan untuk berada di Finlandia, tetapi dia tidak ingin melukai
perasaan pejabat Rusia. Pejabat Rusia itu datang kepadanya dan bertanya
mengapa dia ingin berada di Finlandia.
Petani itu menjawab,"Sudah merupakan kerinduanku sejak
dulu untuk tinggal ditanah tumpah darahku Rusia, tetapi pada usiaku yang
sudah lanjut seperti ini, aku tidak dapat bertahan menghadapi musim dingin di
Rusia."
Rusia dan Finlandia hanyalah kata-kata, konsep, tetapi
tidak demikian halnya bagi manusia, tidak bagi manusia yang gila, yang
menganggap kata-kata dan konsep itu sama dengan realitas. Kita hampir tidak
pernah melihat realitas.
Suatu saat seorang guru berusaha untuk menjelaskan kepada
sekelompok orang bagaimana orang2 bereaksi terhadap kata2, menelan kata2,
hidup dalam kata2, ketimbang dalam realitas.
Salah seorang dari kelompok itu berdiri dan mengajukan
protes, dia berkata, "Saya tidak setuju dengan pendapat anda bahwa
kata2 mempunyai efek yang begitu besar terhadap diri kita."
Guru itu berkata," Duduklah, ANAK HARAM."
Muka orang itu menjadi pucat karena marah dan berkata,"
Anda menyebut diri Anda sebagai orang yang sudah mengalami pencerahan,
seorang guru, seorang yang bijaksana, tetapi seharusnya Anda malu dengan diri
Anda sendiri."
Kemudian Guru itu berkata, "Maafkan saya, saya terbawa
perasaan. Saya benar2 mohon maaf, itu benar2 di luar kesadaran saya, saya mohon
maaf." Orang itu akhirnya menjadi tenang.
Kemudian Guru berkata lagi,"HANYA DIPERLUKAN BEBERAPA KATA
UNTUK MEMBANGKITKAN KEMARAHAN DALAM DIRI
ANDA; DAN HANYA DIPERLUKAN BEBERAPA KATA UNTUK MENENANGKAN
DIRI ANDA, BENAR BUKAN
Teladan Harimau
Ikutlah Teladan Harimau
Seorang yang sedang melewati hutan melihat seekor serigala yang sudah
lumpuh keempat kakinya. Ia ingin tahu bagaimana serigala itu dapat
hidup terus. Lalu ia melihat seekor harimau datang dengan membawa
kijang hasil buruannya. Harimau itu makan sepuasnya dan meninggalkan
sisa bagi serigala.
Hari berikutnya Tuhan memberi makan serigala dengan perantaraan
harimau yang sama. Orang itu pun mulai mengagumi kebaikan Tuhan yang
begitu besar dan berkata dalam hati, "Aku juga akan menganggur di
rumah saja dengan kepercayaan penuh kepada Tuhan, karena Ia akan
mencukupi segala kebutuhanku."
Ia melaksanakan niatnya berhari-hari lamanya, tetapi tidak terjadi
apa-apa. Ketika orang yang malang itu sudah hampir mati, terdengarlah
Suara, "Hai engkau, orang yang sesat, bukalah matamu terhadap
Kebenaran! Ikutlah teladan harimau dan berhentilah meniru serigala
yang lumpuh!"
Seorang yang sedang melewati hutan melihat seekor serigala yang sudah
lumpuh keempat kakinya. Ia ingin tahu bagaimana serigala itu dapat
hidup terus. Lalu ia melihat seekor harimau datang dengan membawa
kijang hasil buruannya. Harimau itu makan sepuasnya dan meninggalkan
sisa bagi serigala.
Hari berikutnya Tuhan memberi makan serigala dengan perantaraan
harimau yang sama. Orang itu pun mulai mengagumi kebaikan Tuhan yang
begitu besar dan berkata dalam hati, "Aku juga akan menganggur di
rumah saja dengan kepercayaan penuh kepada Tuhan, karena Ia akan
mencukupi segala kebutuhanku."
Ia melaksanakan niatnya berhari-hari lamanya, tetapi tidak terjadi
apa-apa. Ketika orang yang malang itu sudah hampir mati, terdengarlah
Suara, "Hai engkau, orang yang sesat, bukalah matamu terhadap
Kebenaran! Ikutlah teladan harimau dan berhentilah meniru serigala
yang lumpuh!"
Kekuatan Tekad
Kekuatan Tekad
Gedung sekolah desa yang kecil itu dipanasi oleh perapian batu bara
kuno yang berbentuk belanga. Seorang anak laki-laki kecil bertugas
untuk hadir pagi-pagi sekali di sekolah untuk menyalakan api serta
menghangatkan ruangan sebelum guru dan teman-temannya masuk.
Pada suatu pagi gedung sekolah itu tertelan api. Anak laki-laki itu
pingsan dan ia pun ditarik keluar dari bangunan yang terbakar itu,
dalam keadaan setengah mati dan bukannya setengah hidup. Ia mengalami
luka bakar yang parah di seluruh bagian bawah tubuhnya dan dibawa ke
rumah sakit daerah yang terdekat.
Dari tempat tidurnya, si anak laki-laki yang terbakar secara
mengerikan itu dalam keadaan setengah sadar sayup-sayup mendengar
dokter berbicara kepada ibunya. Dokter memberitahu bahwa anak itu
pasti akan mati, yang sesungguhnya merupakan hal yang terbaik,
lantaran kebakaran hebat yang meluluhlantakkan bagian bawah tubuhnya.
Namun anak pemberani itu tidak ingin mati. Ia meneguhkan tekadnya
untuk tetap bertahan hidup. Entah dengan cara bagaimana, hal yang
mencengangkan dokter itu, ia terus hidup. Ketika bahaya maut itu
berlalu, ia sekali lagi mendengar dokter dan ibunya berbicara dengan
pelan. Ibunya diberitahu bahwa karena kebakaran itu menghancurkan
begitu banyak daging di bawah tubuh anak itu, dapat dikatakan bahwa
akan lebih baik jika ia mati, karena ia pasti akan lumpuh seumur
hidup dan tak dapat memanfaatkan semua anggota tubuh bagian bawahnya.
Sekali lagi si anak pemberani itu mengeraskan tekadnya. Ia tidak akan
lumpuh. Ia akan berjalan. Tetapi celakanya, dari pinggang ke bawah,
ia tidak memiliki kemampuan bergerak. Kaki-kakinya yang kurus hanya
terjuntai di sana, lengkap namun mati.
Akhirnya ia keluar dari rumah sakit. Lalu setiap hari ibunya memijat
kakinya yang kecil itu, namun di sana tidak ada rasa, tidak ada
kontrol, tidak ada apa pun. Namun niatnya untuk berjalan tetap sekuat
dulu.
Hari-harinya menjemukan. Bila tidak sedang berada di tempat tidur, ia
terkurung di kursi roda. Pada suatu hari yang cerah ibunya mendorong
kursi rodanya keluar menuju halaman agar ia dapat menghirup udara
segar. Hari itu, bukannya duduk terpaku di situ, ia melemparkan diri
dari kursi roda. Ia menyeret dirinya sendiri melintasi rerumputan,
menarik kedua kakinya di belakang tubuhnya.
Ia menyusuri jalannya menuju tiang pancang berwarna putih yang
membatasi bidang tanah mereka. Kemudian, sedikit demi sedikit, ia
mulai menyeret dirinya sendiri di sepanjang pagar itu, bertekad keras
untuk berjalan. Ia mulai melakukan hal ini setiap hari sampai saat ia
menggunakan jalan yang mulus di sekeliling halaman di sisi tiang
pancang itu. Tak ada hal yang diinginkannya selain menghidupkan kedua
kakinya.
Akhirnya melalui pijatan setiap hari, tekad bajanya dan keteguhan
hatinya, ia benar-benar mengembangkan kemampuannya untuk berdiri,
kemudian untuk berjalan tertatih-tatih, lalu untuk berjalan sendiri,
dan kemudian untuk berlari.
Ia mulai berjalan ke sekolah, kemudian berlari ke sekolah, berlari
demi kegembiraan besar yang diperolehnya dari berlari. Kemudian di
universitas ia membentuk tim lari. Bahkan selanjutnya di Madison
Square Garden pemuda yang diduga tidak bakal hidup itu, yang tidak
pernah dapat berharap untuk bisa berlari.
Pemuda yang keras hati ini, Dr. Glenn Cunningham, memecahkan rekor
dunia lari untuk jarak 1500 meter.
Gedung sekolah desa yang kecil itu dipanasi oleh perapian batu bara
kuno yang berbentuk belanga. Seorang anak laki-laki kecil bertugas
untuk hadir pagi-pagi sekali di sekolah untuk menyalakan api serta
menghangatkan ruangan sebelum guru dan teman-temannya masuk.
Pada suatu pagi gedung sekolah itu tertelan api. Anak laki-laki itu
pingsan dan ia pun ditarik keluar dari bangunan yang terbakar itu,
dalam keadaan setengah mati dan bukannya setengah hidup. Ia mengalami
luka bakar yang parah di seluruh bagian bawah tubuhnya dan dibawa ke
rumah sakit daerah yang terdekat.
Dari tempat tidurnya, si anak laki-laki yang terbakar secara
mengerikan itu dalam keadaan setengah sadar sayup-sayup mendengar
dokter berbicara kepada ibunya. Dokter memberitahu bahwa anak itu
pasti akan mati, yang sesungguhnya merupakan hal yang terbaik,
lantaran kebakaran hebat yang meluluhlantakkan bagian bawah tubuhnya.
Namun anak pemberani itu tidak ingin mati. Ia meneguhkan tekadnya
untuk tetap bertahan hidup. Entah dengan cara bagaimana, hal yang
mencengangkan dokter itu, ia terus hidup. Ketika bahaya maut itu
berlalu, ia sekali lagi mendengar dokter dan ibunya berbicara dengan
pelan. Ibunya diberitahu bahwa karena kebakaran itu menghancurkan
begitu banyak daging di bawah tubuh anak itu, dapat dikatakan bahwa
akan lebih baik jika ia mati, karena ia pasti akan lumpuh seumur
hidup dan tak dapat memanfaatkan semua anggota tubuh bagian bawahnya.
Sekali lagi si anak pemberani itu mengeraskan tekadnya. Ia tidak akan
lumpuh. Ia akan berjalan. Tetapi celakanya, dari pinggang ke bawah,
ia tidak memiliki kemampuan bergerak. Kaki-kakinya yang kurus hanya
terjuntai di sana, lengkap namun mati.
Akhirnya ia keluar dari rumah sakit. Lalu setiap hari ibunya memijat
kakinya yang kecil itu, namun di sana tidak ada rasa, tidak ada
kontrol, tidak ada apa pun. Namun niatnya untuk berjalan tetap sekuat
dulu.
Hari-harinya menjemukan. Bila tidak sedang berada di tempat tidur, ia
terkurung di kursi roda. Pada suatu hari yang cerah ibunya mendorong
kursi rodanya keluar menuju halaman agar ia dapat menghirup udara
segar. Hari itu, bukannya duduk terpaku di situ, ia melemparkan diri
dari kursi roda. Ia menyeret dirinya sendiri melintasi rerumputan,
menarik kedua kakinya di belakang tubuhnya.
Ia menyusuri jalannya menuju tiang pancang berwarna putih yang
membatasi bidang tanah mereka. Kemudian, sedikit demi sedikit, ia
mulai menyeret dirinya sendiri di sepanjang pagar itu, bertekad keras
untuk berjalan. Ia mulai melakukan hal ini setiap hari sampai saat ia
menggunakan jalan yang mulus di sekeliling halaman di sisi tiang
pancang itu. Tak ada hal yang diinginkannya selain menghidupkan kedua
kakinya.
Akhirnya melalui pijatan setiap hari, tekad bajanya dan keteguhan
hatinya, ia benar-benar mengembangkan kemampuannya untuk berdiri,
kemudian untuk berjalan tertatih-tatih, lalu untuk berjalan sendiri,
dan kemudian untuk berlari.
Ia mulai berjalan ke sekolah, kemudian berlari ke sekolah, berlari
demi kegembiraan besar yang diperolehnya dari berlari. Kemudian di
universitas ia membentuk tim lari. Bahkan selanjutnya di Madison
Square Garden pemuda yang diduga tidak bakal hidup itu, yang tidak
pernah dapat berharap untuk bisa berlari.
Pemuda yang keras hati ini, Dr. Glenn Cunningham, memecahkan rekor
dunia lari untuk jarak 1500 meter.
Subscribe to:
Posts (Atom)